Inovasi Pertanian di Desa Kasengan
Petani di Desa Kasengan, Sumenep, kini tengah mengadopsi metode Machida dalam budi daya melon. Teknologi pertanian modern asal Jepang ini mulai diterapkan dalam skala kecil dan masih dalam tahap uji coba. Metode ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil pertanian serta memperkuat daya saing produk lokal di pasar modern.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan bahwa hasil awal dari penerapan teknologi Machida menunjukkan kualitas yang memenuhi standar pasar. Ia mengakui bahwa tekstur buah melon yang dihasilkan terasa renyah dan rasa manisnya pas. Hal ini memberikan harapan baru bagi sektor pertanian di wilayah tersebut.
Keunggulan Metode Machida
Metode Machida dinilai memiliki banyak keunggulan dibandingkan pertanian konvensional. Selain mampu menghasilkan buah dengan kualitas tinggi, metode ini juga lebih efisien dalam penggunaan sumber daya dan dapat menjadi solusi atas berbagai tantangan klasik dalam pertanian. Bupati menjelaskan bahwa penerapan teknologi ini tidak hanya sekadar untuk panen melon, tetapi juga menjadi simbol harapan bagi masa depan pertanian di Sumenep.
Menurutnya, jika metode ini diterapkan secara masif, maka akan menjadi contoh pertanian presisi yang mampu menjawab tantangan zaman. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengembangan pertanian berbasis teknologi.
Pusat Pembelajaran Smart Farming
Achmad Fauzi berharap Desa Kasengan, khususnya Dusun Oro, dapat dikembangkan sebagai pusat pembelajaran smart farming bagi petani muda dan generasi milenial. Ia menilai bahwa pemanfaatan lahan yang sebelumnya kurang produktif harus diarahkan menjadi ruang belajar sekaligus peluang usaha di sektor pertanian modern.
“Tujuan saya adalah membuat lokasi ini menjadi pusat pelatihan smart farming. Lahan yang sebelumnya tidak produktif harus bisa berubah menjadi ruang belajar dan ruang usaha bagi generasi muda,” ujarnya.
Peninjauan Kawasan Smart Farming
Pada Senin (19/1/2026), Bupati Sumenep melakukan peninjauan kawasan smart farming hortikultura buah melon di Desa Kasengan, Kecamatan Manding. Penanaman melon dilakukan di dalam green house milik petani lokal, Khalik. Saat ini, proyek ini masih dalam tahap uji coba.
Teknologi Machida diterapkan sebagai bagian dari komitmen Pemkab Sumenep dalam mendorong modernisasi sektor pertanian hortikultura. Dengan pendekatan inovatif ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Tantangan dan Harapan
Meskipun masih dalam tahap uji coba, hasil awal dari penerapan teknologi Machida menunjukkan potensi besar. Bupati menyatakan bahwa hasilnya sudah sangat baik dan layak untuk dipertimbangkan dalam skala yang lebih luas.
Ia juga berharap agar para generasi muda dapat terlibat aktif dalam pengembangan pertanian modern. Dengan adanya pelatihan dan pengembangan keterampilan, diharapkan muncul inovasi-inovasi baru yang dapat membawa perubahan positif bagi sektor pertanian di Sumenep.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







