Dua Wilayah Donggala Dilanda Banjir Bandang

Dua Wilayah Donggala Dilanda Banjir Bandang



Banjir Bandang Mengguncang Dua Wilayah di Kabupaten Donggala

Wilayah Terdampak Banjir Bandang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah melaporkan bahwa banjir bandang telah menerjang dua wilayah di Kabupaten Donggala, yaitu Banawa dan Rio Pakava. Peristiwa ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, sehingga debit air meningkat dan akhirnya meluap ke pemukiman warga.

Plt Kepala BPBD Sulteng, Asbudianto, menjelaskan bahwa banjir juga terjadi di beberapa desa lainnya seperti Desa Limboro Banawa Tengah dan Desa Pantolobete, Lalundu Dusun 1, Rio Mukti, Panca Mukti, Bonemarawa, Mbulawa, Ngovi, Pakava, serta Polanto Jaya Dusun 4 Kecamatan Rio Pakava.

Menurut Asbudianto, penyebab banjir di Banawa Tengah dan Rio Pakava adalah karena wilayah tersebut diguyur hujan deras, sehingga menyebabkan air sungai meluap. Ia menambahkan bahwa di wilayah Banawa Tengah, sebanyak 10 rumah warga dan jalan trans Sulawesi terendam banjir. Meskipun air sudah surut, diperlukan normalisasi sungai agar tidak terjadi banjir kembali saat hujan turun.

Di sisi lain, banjir di Rio Pakava menyebabkan jalan poros Desa Lalundu digenangi air. Menurut Asbudianto, kebutuhan mendesak di daerah ini adalah perbaikan saluran drainase, khususnya di jalan poros Desa Lalundu.

Daftar Wilayah yang Terkena Dampak Banjir

Selain wilayah Banawa dan Rio Pakava, terdapat 11 desa lainnya yang juga diterjang banjir. Beberapa di antaranya adalah:

  • Desa Wani 1, Wani 2, Wani 3, dan Wani Lumbumpetigo, Kecamatan Tanantovea
  • Desa Amal Dusun Maliko, Toaya, Kumbasa, Enu, Lero, dan Sumari, Kecamatan Sindue
  • Desa Labuan Toposo Dusun Sisere, Kecamatan Labuan

Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, mengatakan bahwa pihaknya telah memerintahkan BPBD setempat untuk menurunkan alat berat guna membersihkan sisa material dari banjir di wilayah terdampak. BPBD Donggala telah turun sejak kemarin untuk melakukan pendataan kerusakan baik pada rumah warga maupun fasilitas umum lainnya.

Vera juga menyampaikan bahwa hari ini ia bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait akan melakukan peninjauan ke lokasi banjir di Desa Wani, Kecamatan Tanantovea dan Sindue. Selain itu, bantuan akan dibagikan kepada warga terdampak bencana banjir.

Upaya Pemulihan dan Pencegahan

Untuk mengatasi dampak banjir, pemerintah daerah dan BPBD sedang berupaya keras dalam proses pemulihan. Selain normalisasi sungai, diperlukan juga perbaikan infrastruktur seperti saluran drainase dan pengelolaan air yang lebih baik.

Kegiatan seperti pendataan kerusakan dan distribusi bantuan merupakan langkah penting dalam membantu warga yang terkena dampak banjir. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dapat mengurangi risiko bencana serupa di masa depan.

Related posts