Kenaikan Pangkat Luar Biasa yang Membuat Heboh
Nama Rizki Juniansyah kembali menjadi sorotan, bukan hanya di dunia olahraga angkat besi, tetapi juga di lingkungan TNI. Sebagai atlet nasional sekaligus perwira TNI, ia menerima penghargaan yang sangat langka, yaitu kenaikan pangkat luar biasa dua tingkat sekaligus, dari Letnan Dua menjadi Kapten.
Prestasi ini diraih setelah Rizki berhasil meraih medali emas SEA Games 2025 Thailand dan memecahkan rekor dunia. Selain itu, ia juga resmi dipindahkan dari TNI Angkatan Laut ke TNI Angkatan Darat, sebuah keputusan yang mengejutkan banyak pihak.
Pengumuman di Istana Negara
Kenaikan pangkat tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat penyerahan bonus atlet di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (8/1/2026). Di hadapan para pejabat negara, momen ini menjadi salah satu titik paling emosional dalam perjalanan hidup Rizki.
Dalam wawancara di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rizki mengaku sama sekali tidak mengetahui rencana kenaikan pangkat tersebut. Ia juga membenarkan kabar perpindahan matra yang menyertainya.
Padahal, Rizki baru saja dilantik sebagai perwira TNI AL pada 27 November 2025 melalui jalur Dikmapa Prajurit Karier Keahlian Khusus Siber. “Alhamdulillah, sekarang saya dipindahkan ke TNI Angkatan Darat,” jelasnya.
Perpindahan tersebut telah dikonfirmasi oleh pejabat TNI pada Sabtu (10/1/2026), menandai babak baru dalam karier militernya, sebuah jalur yang jarang dilalui prajurit lain.
Langkah Berani yang Perlu Diperhatikan
Pengamat militer sekaligus Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE), Anton Aliabbas, menilai mutasi antar matra yang dialami Rizki sebagai langkah berani dari Panglima TNI. Menurut Anton, praktik interservice transfer bukan hal asing di militer dunia. Amerika Serikat, misalnya, telah lama menerapkannya sebagai bagian dari manajemen talenta.
“Dengan dipersiapkan dengan baik, kebijakan ini bisa ikut meningkatkan performa organisasi secara signifikan,” ujarnya.
Anton juga menyoroti fakta bahwa KPLB dua tingkat yang diterima Rizki merupakan yang pertama kali terjadi di lingkungan TNI. Dari 39 prajurit TNI berprestasi di SEA Games 2025, hanya dua yang memperoleh KPLB. Selain Rizki, Muhammad Alfi Kusuma dari cabang taekwondo naik satu tingkat, dari Letnan Dua menjadi Letnan Satu.
Sementara 37 prajurit lainnya mendapatkan kesempatan mengikuti pendidikan Perwira dan Bintara.
Secara regulasi, Anton menegaskan kebijakan ini memiliki dasar hukum kuat, yakni PP Nomor 35 Tahun 2025 tentang Administrasi Prajurit TNI, khususnya Pasal 27. “Secara normatif, tidak ada yang dilanggar dari penghargaan ini, meski sebelumnya KPLB biasanya hanya satu tingkat,” katanya.
Namun ia mengingatkan, tanpa standar yang jelas, kebijakan serupa berpotensi menimbulkan kecemburuan di internal. “Standarisasi prestasi atlet prajurit penting agar capaian mereka benar-benar menjadi bagian dari indeks kinerja, bukan sekadar pengecualian,” tutup Anton.
Jejak Prestasi yang Mendalam
Di tengah sorak sorai kemenangan dan gemerlap pangkat baru, kisah Rizki Juniansyah meninggalkan jejak yang lebih dalam, tentang dedikasi ganda sebagai atlet dan prajurit, serta tentang bagaimana negara memilih memberi makna pada prestasi.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







