IHSG Mencetak Rekor Tertinggi sepanjang Masa
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) pada perdagangan hari ini, Selasa (20/1/2026). Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 9.156,189 dan mengalami fluktuasi di awal perdagangan. Hingga beberapa saat setelah pembukaan, indeks tercatat berada di posisi 9.144,78, menguat 10,91 poin atau 0,12 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Pada penutupan Senin kemarin, IHSG menguat 58,46 poin atau 0,64 persen ke posisi 9.133,87. Sepanjang sesi awal hari ini, indeks bergerak di rentang 9.126,84 sebagai level terendah dan 9.169,87 sebagai level tertinggi.
Aktivitas Transaksi yang Ramai
Aktivitas transaksi terpantau cukup ramai dengan volume perdagangan mencapai 7,99 miliar saham dan nilai transaksi sekitar Rp 3,43 triliun. Frekuensi transaksi mencapai 477.338 kali. Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 280 saham menguat, 244 saham melemah, dan 174 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pagi ini menyentuh sekitar Rp 16.656,76 triliun.
Prediksi Penguatan IHSG
IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan dan menguji area 9.151 pada perdagangan Selasa, setelah indeks ditutup menguat 0,64 persen ke level 9.133. Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan posisi IHSG masih berada dalam fase wave (v) dari wave [iii], yang menandakan tren naik belum sepenuhnya berakhir. Karena itu, IHSG hari ini diprediksi berada di rentang 9.123-9.151.
“Posisi IHSG saat ini diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii], area penguatan yang berada di 9,123-9,151,” ujar Herditya dalam analisa hariannya.
Level Support dan Resistansi
Dari sisi teknikal, level support IHSG ada di kisaran 9.008-8.956. Sementara area resistansi terdekat tercatat di level 9.192 dan 9.152. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, memperkirakan IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 9.000 dan 9.200. Namun peluang koreksi tetap terbuka.
“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 9.000-9.200. Potensi koreksi mulai terbuka,” kata Nico.
Peringatan Penting
Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







