Nama Ilmuwan dan Imam Yesuit Indonesia Diabadikan sebagai Nama Asteroid
Nama seorang ilmuwan sekaligus imam Yesuit asal Indonesia, Christoforus Bayu Risanto, resmi diabadikan sebagai nama sebuah asteroid dalam daftar resmi Working Group for Small Body Nomenclature (WGSBN). Pengakuan ini merupakan penghargaan prestisius dari badan yang berada di bawah naungan International Astronomical Union (IAU).
Pencantuman nama Bayu Risanto dalam daftar WGSBN menjadi apresiasi atas kontribusi ilmiahnya dalam bidang meteorologi dan ilmu atmosfer. Nama tersebut tercatat di halaman 12 pada buletin WGSBN 6 yang diterbitkan pada 12 Januari 2026. Label nama asteroidnya adalah (752403) Bayurisanto = 2015 PZ.
Penamaan asteroid ini menempatkan Bayu Risanto sejajar dengan berbagai tokoh dunia lainnya yang namanya telah lebih dulu diabadikan. Dalam daftar yang sama, tercantum pula nama-nama seperti Faustina, Ledochowska, dan Alabiano, yang merujuk pada tokoh religius dan intelektual dari berbagai zaman.
Penelitian yang Meningkatkan Akurasi Prakiraan Cuaca
Dokumen WGSBN Bulletin menjelaskan bahwa pria kelahiran tahun 1981 ini berfokus pada penelitian untuk meningkatkan akurasi prakiraan cuaca, khususnya di wilayah dengan keterbatasan data observasi. Risanto meningkatkan prakiraan dengan menggabungkan model fisik atmosfer dengan asimilasi data. Karyanya memanfaatkan data kelembapan dari meteorologi GPS di samping kumpulan data tradisional dari stasiun cuaca.
Karier di Vatican Observatory
Saat ini, Bayu Risanto berkarya di Vatican Observatory, salah satu lembaga riset astronomi tertua di dunia. Merujuk laman resmi lembaga itu, tercatat bahwa Bayu Risanto meneliti terkait ilmu atmosfer. Ia lulusan Sarjana Filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara pada 2007. Kemudian pada 2021 mendapatkan gelar doktor di bidang Ilmu Atmosfer dan Penginderaan Jauh University of Arizona, Amerika Serikat.
Aktivitas Organisasi dan Beasiswa
Bayu Risanto tergolong aktif dalam berorganisasi. Dia tercatat bergabung di American Meteorological Society sejak 2014, American Geophysical Union pada 2018, dan juga terhubung dengan European Geophysical Union sejak 2023. Ia juga menerima Krider Endowment Scholarship di bidang Ilmu Atmosfer/Fisika pada 2020 yang membuatnya bisa melanjutkan studi di University of Arizona.
Kontribusi dalam Ilmu Atmosfer
Kiprah Bayu Risanto dalam ilmu atmosfer tidak hanya terlihat dari penelitiannya, tetapi juga dari partisipasinya dalam berbagai organisasi ilmiah internasional. Hal ini menunjukkan dedikasinya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperluas wawasan tentang perubahan iklim dan cuaca global.
Dengan pencapaian ini, Bayu Risanto menjadi contoh nyata bahwa ilmu pengetahuan dapat dipadukan dengan semangat spiritual dan keimanan. Namanya yang terabadikan dalam daftar asteroid akan menjadi pengingat bagi generasi mendatang akan pentingnya kolaborasi antara ilmu dan iman dalam memecahkan tantangan global.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







