Inovasi Mahasiswa Unair yang Menggunakan Bahan Alami
Sebuah tim mahasiswa dari Universitas Airlangga (Unair) berhasil menciptakan produk hair and body spray yang terbuat dari bahan alami, yaitu kecombrang. Produk herbal ini dirancang untuk mencegah keringat berlebih pada kulit kepala dan tubuh. Produk ini mendapatkan penghargaan Silver Medal dan Special Stage Presentation dalam ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026 di Bangkok, Thailand, pada 9 Januari lalu.
Produk yang diberi nama ETLIORÉ ini merupakan hasil inovasi dari lima mahasiswa jurusan Keperawatan dan Farmasi Unair. Mereka adalah Faiz Wildan Anshory, Muhammad Rayhan Ricardi Sudrajat, Talitha Maulia Nada, Callysta Tabina Nadine, dan Naura Widya Rahmadhani.
Anggota tim, Rayhan, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari banyaknya masalah kulit kepala dan tubuh yang sering dialami oleh orang-orang di negara beriklim tropis. Misalnya, mudah berkeringat, berminyak, hingga menyebabkan bau badan, rambut lepek, dan ketombe. “Dari situ, kami ingin menghadirkan produk higienis yang praktis dan bisa digunakan sehari-hari,” kata Rayhan kepada Tempo pada Ahad 18 Januari 2025.
Setelah mengetahui permasalahan tersebut, Rayhan dan teman-temannya melakukan riset untuk menemukan bahan yang tepat. Mereka memilih kecombrang yang memiliki nama ilmiah Etlingera elatior karena memiliki aktivitas antibakteri yang dapat mengurangi bau dan mengurangi ketombe maupun sebum berlebih.
Selain itu, potensi kecombrang sebagai produk perawatan tubuh masih belum banyak dikembangkan. Selama ini, kecombrang lebih banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan. “Oleh karena itu, kami mengolah dan menginovasikannya menjadi produk hair and body hygiene spray, yaitu ETLIORÉ,” tutur mahasiswa jurusan Keperawatan Unair itu.
Tim ETLIORÉ setelah prosesi awarding IPITEx 2026. unair.ac.id
Rayhan menjelaskan, proses pengolahan kecombrang menjadi hair and body spray dimulai dari pengeringan dan penghalusan bunga kecombrang menjadi serbuk. Kemudian, serbuk itu diekstraksi, disaring, ditambahkan larutan tertentu, hingga dikeringkan kembali dengan metode freeze drying. “Proses akhirnya adalah produk diformulasikan menjadi nanoemulsion spray agar lebih stabil dan mudah diserap,” papar Rayhan.
Menurut Rayhan, proses riset hingga formulasi produk memakan waktu tiga bulan. Alasannya, mereka ingin menghasilkan sebuah produk spray nanoemulsi yang stabil dan nyaman digunakan untuk kulit dan kulit kepala.
ETLIORÉ memiliki tiga fungsi utama, yaitu antibakteri, antisebum, dan penghilang bau untuk kulit kepala maupun tubuh. Produk ini juga dapat membantu mengontrol minyak berlebih dan menjaga kesegaran. “Cara penggunaannya tinggal disemprot ke area yang mudah berkeringat,” ucapnya. “Untuk rambut sebaiknya disemprotkan pada kulit kepala dan rambut dalam kondisi kering.”
Ke depannya, tim berencana untuk terus melakukan pengembangan produk melalui penelitian lanjutan. Rayhan dkk juga ingin bekerja sama dengan industri atau layanan kesehatan untuk mengembangkan ETLIORE.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







