Mie Ongklok Longkrang, Wisata Kuliner Legendaris di Wonosobo
Berwisata ke Wonosobo rasanya belum lengkap tanpa mencicipi kuliner khas yang melegenda, yakni mi ongklok. Salah satu tempat yang paling terkenal dan menjadi tujuan wajib wisatawan adalah Mie Ongklok Longkrang.
Mie Ongklok Longkrang merupakan salah satu destinasi kuliner legendaris di Wonosobo yang wajib masuk dalam daftar kunjungan saat berburu makanan khas daerah. Warung ini dikenal luas karena menyajikan mi ongklok autentik dengan cita rasa khas yang sulit ditemukan di tempat lain.
Berlokasi di kawasan Longkrang, tempat makan sederhana itu selalu ramai oleh wisatawan maupun warga lokal yang ingin menikmati kelezatan mi ongklok asli Wonosobo.
Keistimewaan Mie Ongklok Longkrang terletak pada kuah kentalnya yang gurih, terbuat dari campuran kaldu sapi, bumbu rempah pilihan, dan larutan kanji yang dimasak dengan teknik “di-ongklok” atau dicelupkan ke air panas.
Mienya disajikan bersama irisan kol, daun kucai, serta potongan daun bawang yang segar, lalu disiram kuah panas yang menggugah selera. Tak ketinggalan, sate sapi atau tempe kemul kerap menjadi pelengkap favorit untuk menambah kenikmatan saat menyantap hidangan tersebut.
Selain rasa yang konsisten sejak dulu, harga yang terjangkau juga menjadi daya tarik utama Mie Ongklok Longkrang. Dengan porsi mengenyangkan dan rasa khas, kuliner khas Wonosobo ini cocok dinikmati kapan saja, terutama saat udara dingin khas dataran tinggi.
Wajar bila Mie Ongklok Longkrang kerap direkomendasikan sebagai tempat terbaik untuk mencicipi mie ongklok legendaris di Wonosobo.
Pesan Tur Batu Ratapan Angin, Kawah Sikidang, Candi Arjuna – 1 Hari, klik di sini.
Tertarik untuk menjajalnya? Yuk simak itinerary yang telah Ikabari rangkum berikut.
Wisata Kuliner Wonosobo Menyantap Mie Ongklok Longkrang
Lokasi: Jalan Pasukan Ronggolawe Nomor 14, Wonosobo Timur, Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Jam Operasional: 09.00 – 21.00 WIB
09.00 – 09.30 WIB
Perjalanan dimulai dengan menuju Mie Ongklok Longkrang. Lokasinya cukup strategis dan mudah dijangkau, sekitar 1 kilometer ke arah Dieng.
Pada jam buka pukul 09.00 WIB, suasana kedai biasanya sudah ramai, terlebih saat akhir pekan atau musim liburan. Bahkan pada momen tertentu seperti Lebaran, pengunjung bisa mengantre hingga 1-2 jam untuk mendapatkan tempat duduk.
Estimasi biaya transport lokal:
Rp 10.000 – Rp 25.000 (tergantung titik keberangkatan di Wonosobo)
09.30 – 10.30 WIB
Sambil menunggu giliran, pengunjung dapat merasakan atmosfer kedai yang sederhana namun sarat sejarah. Hampir seluruh meja biasanya terisi penuh, menandakan betapa populernya Mie Ongklok Longkrang di kalangan wisatawan maupun warga lokal.
Mie ongklok Longkrang dikenal dengan kuah kental khas berbahan kuah jenang yang diracik dari gula jawa, ebi, pati, serta rempah-rempah pilihan. Proses memasaknya pun masih mempertahankan teknik tradisional menggunakan ongklok, yaitu keranjang kecil dari anyaman bambu yang digunakan saat merebus mie.
10.30 – 11.00 WIB
Satu porsi mie ongklok biasanya disajikan lengkap dengan mi, kol, kucai, bumbu kacang, dan kuah jenang yang khas. Cita rasanya gurih-manis dengan tekstur kuah yang kental dan menggugah selera.
Sebagai pelengkap, pengunjung juga dapat menikmati lauk pendamping seperti:
Sate sapi
Tempe kemul
* Aci goreng
Menu-menu tersebut membuat pengalaman kuliner semakin lengkap dan mengenyangkan.
Estimasi harga menu:
Mie ongklok: Rp 15.000 – Rp 20.000
Sate sapi: Rp 30.000-an
Gorengan/tempe kemul: Rp 5.000 – Rp 10.000
Minuman: Rp 5.000 – Rp 8.000
Total estimasi biaya makan per orang: Rp 40.000 – Rp 60.000
11.00 – 11.30 WIB
Setelah makan, sempatkan waktu untuk beristirahat sejenak, berfoto di area kedai, atau berbincang dengan pemilik dan pengelola yang masih merupakan keluarga pendiri.
Mie Ongklok Longkrang bahkan telah mendapatkan pengakuan internasional dan menjadi salah satu rekomendasi kuliner dunia, menambah nilai historis dari pengalaman bersantap di sini.
Estimasi Biaya per Orang
- Transport lokal: Rp 10.000 – Rp 25.000
- Makan & minum: Rp 40.000 – Rp 60.000
- Total estimasi: Rp 50.000 – Rp 85.000
Disclaimer: harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







