Longsor Jepara Hancurkan Jalan dan Jembatan, Warga Cari Jalur Alternatif

Longsor Jepara Hancurkan Jalan dan Jembatan, Warga Cari Jalur Alternatif

Bencana Tanah Longsor di Desa Tempur, Jepara

Banyak titik longsor dilaporkan menutup akses jalan utama menuju Kota Jepara akibat bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dampak dari peristiwa tersebut sangat dirasakan oleh warga setempat karena menutupi satu-satunya akses jalan bagi masyarakat yang ingin menuju daerah lain atau ke kota.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menyampaikan bahwa pembersihan material longsor telah dilakukan di sejumlah titik sehingga akses hingga kawasan Kedung Ombo kini sudah bisa dilewati kendaraan roda dua. Namun, di lokasi Kedung Ombo, badan jalan sepanjang sekitar 60–70 meter dilaporkan hanyut terbawa arus sungai.

Tersisa bahu jalan sekitar 50 sentimeter lebarnya dan itu dijadikan akses darurat masyarakat. Yang berani masih bisa naik motor dengan sangat hati-hati, sementara pejalan kaki sebagian besar tidak berani melintas.

Setelah melewati Kedung Ombo, masih terdapat sejumlah titik longsor lain, baik sebelum maupun sesudah jembatan besi hingga jembatan merah di jalur tikungan. Meski demikian, sebagian besar titik tersebut sudah dapat dilewati sepeda motor.

BPBD Jepara berharap sisa bahu jalan yang kini menjadi jalur darurat tidak kembali tergerus banjir. Apabila kondisi tersebut kembali rusak, pihaknya menyiapkan opsi darurat dengan pemasangan perahu yang diikat tali sebagai sarana penyeberangan sementara.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan para pemuda setempat, termasuk komunitas motor trail di wilayah Damarwulan. Mereka berencana mencari jalur alternatif melalui Medono yang tembus ke jalur atas menuju Dukuh Duplak,” ujar Arwin.

Jika jalur alternatif tersebut masih memungkinkan untuk dilalui, BPBD akan mengirimkan alat berat guna melakukan perapian dan penanganan darurat.

Data Titik Longsor di Desa Tempur

Berdasarkan pendataan BPBD Kabupaten Jepara, tercatat puluhan titik longsor di Desa Tempur, sedangkan yang tergolong besar ada 18 titik longsor. Sejumlah titik longsor menutup badan jalan dengan panjang bervariasi, mulai dari 6 meter hingga lebih dari 100 meter, serta ketebalan material antara 0,5 hingga 2 meter.

Beberapa titik terdampak juga dilaporkan mengalami kerusakan serius, seperti badan jalan yang hilang total akibat tergerus aliran Sungai Kali Gelis, pagar jembatan yang tersapu longsor, hingga sungai yang berpindah alur dan menggerus permukiman warga.

Imbauan BPBD Jepara

BPBD Jepara mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi, serta membatasi aktivitas melintasi jalur rawan longsor demi keselamatan bersama.

Jalur Alternatif yang Dicari

Komunitas motor trail dan pemuda setempat sedang mencari jalur alternatif melalui Medono yang tembus ke jalur atas menuju Dukuh Duplak. Jika jalur tersebut bisa digunakan, maka BPBD akan segera mengirimkan alat berat untuk perbaikan darurat.

Situasi Terkini

Saat ini, sebagian besar titik longsor sudah dapat dilewati sepeda motor. Namun, akses utama masih terbatas dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. BPBD Jepara terus berupaya memastikan keselamatan masyarakat dan menjaga akses jalan agar tetap bisa digunakan.

Langkah Darurat

Jika situasi memburuk dan akses jalan kembali tertutup, BPBD Jepara siap memasang perahu yang diikat tali sebagai sarana penyeberangan sementara. Hal ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap bisa melintasi area yang terdampak.


Related posts