Mengapa Uranus Berputar Miring?

Mengapa Uranus Berputar Miring?

Uranus: Planet dengan Rotasi yang Unik dan Membuatnya Berbeda

Uranus sering kali dianggap sebagai planet yang biasa-biasa saja. Dengan warna biru muda dan atmosfer yang tampak polos, ia tidak menunjukkan tanda-tanda kehebatan seperti Jupiter atau Saturnus yang dikenal memiliki badai besar. Namun, di balik penampilannya yang sederhana, Uranus menyimpan salah satu keunikan paling ekstrem dalam tata surya: ia berotasi dengan sumbu menyamping.

Berbeda dengan kebanyakan planet lain yang berputar tegak seperti gasing, Uranus justru berputar secara mendatar. Sumbu rotasinya miring sekitar 97 derajat. Artinya, Uranus seolah-olah menggelinding saat mengelilingi Matahari, bukan berdiri tegak saat berputar. Pertanyaannya adalah, bagaimana bisa terjadi?

1. Uranus: Planet dengan Kemiringan Paling Ekstrem

Uranus pertama kali ditemukan oleh William Herschel pada tahun 1781. Sejak awal, para astronom langsung menyadari bahwa planet ini memiliki sesuatu yang aneh. Kemiringan sumbunya jauh melampaui Bumi yang hanya miring 23,5 derajat. Yang lebih menarik lagi, 27 bulan Uranus dan sistem cincinnya juga ikut miring dengan sudut yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa peristiwa yang menyebabkan Uranus berputar miring kemungkinan besar terjadi sangat awal, ketika bulan dan cincin-cincin itu baru terbentuk.

2. Teori Tabrakan Raksasa

Latar belakang paling populer di balik keunikan sumbu rotasi Uranus adalah teori tabrakan raksasa. Sekitar 4 miliar tahun lalu, tata surya masih kacau. Banyak protoplanet saling bertabrakan. Diduga, Uranus pernah dihantam oleh benda langit seukuran Bumi dari samping. Hantaman ini cukup kuat untuk:

  • Menjatuhkan Uranus ke posisi menyamping
  • Mengubah arah rotasinya secara ekstrem
  • Membentuk cakram puing yang kemudian menjadi bulan dan cincin

Namun, simulasi terbaru menunjukkan bahwa satu tabrakan saja mungkin belum cukup. Karena itu, para ilmuwan menduga bahwa Uranus mungkin mengalami beberapa tumbukan berturut-turut, bukan cuma satu.

3. Uranus Didorong oleh Bulan Besarnya

Tahun 2022–2023, muncul teori baru yang tak kalah menarik. Menurut model ini, di masa lalu Uranus memiliki bulan besar yang massanya sekitar 1/1000 dari massa Uranus. Bulan ini perlahan menjauh karena interaksi gravitasi. Saat bergerak, ia masuk ke dalam “resonansi” dengan goyangan sumbu Uranus. Efeknya seperti mendorong meja sedikit demi sedikit sampai akhirnya meja itu terguling.

Proses ini memakan waktu jutaan tahun, bukan sekali hantam. Kelebihannya? Teori ini bisa menjelaskan kenapa bulan-bulan Uranus tetap rapi mengorbit di satu bidang tanpa menjadi kacau.

4. Bukti dari Bulan dan Cincin Uranus

Satelit Uranus seperti Miranda dan Titania memiliki kemiringan ekstrem yang sama sehingga menyingkirkan kemungkinan adanya tabrakan besar di tahap akhir yang akan mengacaukan orbit mereka. Cincin Uranus berada tepat di bidang ekuator planet, sesuai dengan skenario pembentukan dari puing tabrakan atau material yang tertangkap setelah Uranus sudah dalam posisi miring.

Pengamatan dari Voyager 2 pada tahun 1986 mengonfirmasi geometri ini. Sementara itu, analisis terbaru terhadap dinamika atmosfer Uranus juga mendukung bahwa planet ini mengalami perubahan besar sejak awal sejarahnya.

5. Dampak Rotasi Menyamping

Karena Uranus berotasi dengan sumbu miring, musim di sana benar-benar ekstrem. Uranus butuh 84 tahun Bumi untuk sekali mengelilingi Matahari. Artinya:

  • 42 tahun satu sisi terus-menerus kena matahari
  • 42 tahun sisi lainnya tenggelam dalam malam

Setiap kutub Uranus bisa mengalami siang atau malam selama puluhan tahun tanpa henti. Namun, yang membuat para ilmuwan bingung adalah ekuator Uranus justru lebih hangat dari kutub, padahal menerima lebih sedikit cahaya Matahari. Sampai sekarang, penyebab pastinya masih jadi misteri. Bisa jadi ada proses panas internal yang belum sepenuhnya dipahami.

Intinya

Uranus berotasi menyamping karena masa lalunya yang keras. Entah karena dihantam benda langit raksasa atau perlahan didorong oleh bulan besarnya sendiri, Uranus akhirnya tumbang dan tetap berputar miring sampai sekarang. Keunikan ini bukan hanya membuat Uranus berbeda, tapi juga memberi petunjuk penting tentang betapa brutalnya masa muda tata surya.

Related posts