PALANGKA RAYA – Kondisi kesehatan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran terus membaik setelah menjalani perawatan akibat diagnosa maag akut. Meski sedang dalam masa pemulihan, perhatian gubernur terhadap Bumi Tambun Bungai tetap terjaga.
Sigit Wido, orang dekat yang biasa mendampingi gubernur, mengungkapkan bahwa gejala sakit telah dirasakan beberapa hari sebelum pemeriksaan medis intensif. Ia menyebutkan bahwa pada malam sebelumnya, gubernur sudah merasa tidak nyaman.
“Mulai tadi malam beliau sudah tidak enak badan,” ujar Sigit.
Ia menegaskan bahwa penyakit yang sering dialami gubernur berkaitan dengan asam lambung dan maag. Komunikasi mengenai kondisi kesehatan tersebut terjadi sekitar lima hari sebelum gubernur akhirnya jatuh sakit dan membutuhkan penanganan medis.
Gubernur kemudian didiagnosis menderita maag akut dan menjalani perawatan di RS Medistra, Jakarta. Pada Sabtu lalu, sejumlah tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Kalimantan Tengah, seperti dari MUI, NU, Muhammadiyah, dan LDII, datang menjenguk.
“Alhamdulillah, kalau para kiai yang datang, penyakit saya terasa ringan dan seperti sudah sembuh,” ujar gubernur saat menerima kunjungan pada Jumat (9/1) malam.
Dalam perbincangan tersebut, gubernur juga menceritakan kronologi hingga dirinya jatuh sakit. Ia mengaku telah merasakan kondisi tubuh yang sangat tidak nyaman sejak 31 Desember malam.
“Perut terasa berputar dan muntah-muntah. Tapi saya paksakan hadir di acara muhasabah di Masjid Darussalam dan penutupan tahun di Bundaran Besar,” ungkapnya.
Setelah kegiatan tersebut, gubernur mengaku benar-benar tidak berdaya dan memilih menutup komunikasi.
“Saya tutup komunikasi dengan siapa pun yang menghubungi dan menelepon,” katanya.
Setelah dua hari beristirahat di kamar dan kondisi sedikit membaik, atas saran dokter pribadi, gubernur kemudian dibawa ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Saat dijenguk pada Jumat malam, Gubernur terlihat mulai pulih. Ia bahkan sudah mencoba mengonsumsi nasi dan melepas infus setelah sebelumnya hanya mengonsumsi bubur.
“Saya baru mandi hari ini, setelah tiga hari tidak mandi, hanya lap badan saja,” tuturnya.
Sejumlah tamu turut hadir menjenguk, di antaranya Bambang Purwanto, anggota DPR RI dari Partai Demokrat daerah pemilihan Kalteng, serta Utut Adianto, anggota DPR RI dari PDI Perjuangan. Kunjungan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Rais Syuriah PWNU Kalteng, KH Chairudin Halim.
Keesokan harinya, Sabtu (9/1) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, gubernur kembali menerima kunjungan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama ajudannya.
Dalam pertemuan tersebut, gubernur dan kapolda sempat berbincang mengenai kondisi Kalteng termasuk rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Kalteng yang harus ditunda karena kondisi kesehatan gubernur.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.



