Pemprov Maluku Utara dan Tiongkok Perkuat Pendidikan Vokasi

Pemprov Maluku Utara dan Tiongkok Perkuat Pendidikan Vokasi



Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memperkuat pendidikan vokasi melalui kerja sama dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Langkah ini dilakukan dalam rangkaian kunjungan bersama Konsul Jenderal (Konjen) RRT di Balai Pengembangan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Malut.

Sekretaris Provinsi Malut, Samsuddin Abdul Kadir, menyampaikan harapan bahwa akan terjalin kerja sama strategis antara Indonesia dan Tiongkok khususnya dalam dunia pendidikan vokasi. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi titik temu untuk memajukan dunia vokasi ke depan.

Kegiatan dimulai dengan presentasi ‘vocational training centre’ oleh Kepala BPVP Maluku Utara, Abdul Aziz. Dalam presentasinya, ia menjelaskan bahwa BPVP Maluku Utara akan menjadi pusat pendidikan vokasi di wilayah Indonesia Timur. Hingga tahun 2026, BPVP menargetkan meluluskan sebanyak 1200 orang. Salah satu pelatihan yang diminati adalah pelatihan alat berat, mengingat banyaknya industri tambang di Maluku Utara.

Konjen RRT, Ye Su, memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemprov Malut dalam memperkuat kerja sama strategis, khususnya di sektor pendidikan vokasi. Melalui penerjemahnya, Ye Su menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara dan jajarannya.

Ia berharap kerja sama antara kedua negara dapat segera terlaksana sehingga memberikan manfaat bagi SDM Malut.

Sekprov Samsuddin menambahkan bahwa BPVP menjadi sektor utama pelatihan untuk memenuhi kebutuhan industri yang berkembang pesat. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak juga meninjau beberapa fasilitas BPVP, termasuk satu unit ekskavator yang baru saja diserahkan oleh Gubernur Sherly.

Berikut beberapa hal penting yang muncul selama kunjungan:

  • Fokus pada pengembangan SDM

    Pemprov Malut sangat menekankan pentingnya SDM yang berkualitas sebagai fondasi utama pembangunan. Kerja sama dengan Tiongkok diharapkan mampu meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal.

  • Peran BPVP sebagai pusat pelatihan

    BPVP Maluku Utara dirancang sebagai pusat pendidikan vokasi yang mampu menciptakan tenaga kerja profesional. Fasilitas yang tersedia telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri di daerah.

  • Pelatihan alat berat menjadi prioritas

    Berdasarkan kebutuhan industri tambang di Maluku Utara, pelatihan alat berat menjadi fokus utama. Ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam operasional industri.

  • Kunjungan dan peninjauan fasilitas

    Selama kunjungan, Konjen RRT dan rombongan melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas BPVP. Salah satu fasilitas yang dilihat adalah ekskavator yang baru saja diserahkan oleh Gubernur Sherly.

  • Dukungan dari pemerintah daerah

    Pemprov Malut menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi. Hal ini ditunjukkan melalui penyerahan fasilitas dan dukungan terhadap program pelatihan.

Kerja sama antara Pemprov Malut dan RRT diharapkan mampu membuka peluang baru bagi para lulusan vokasi. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan tenaga kerja lokal dapat lebih siap menghadapi tantangan industri di masa depan.

Related posts