PSIM Yogyakarta Menjadi Tim Promosi yang Mengesankan di Paruh Musim Super League 2025/2026
PSIM Yogyakarta berhasil menunjukkan performa yang luar biasa dalam putaran pertama BRI Super League 2025/2026. Setelah menunggu selama 18 tahun untuk kembali berlaga di kasta tertinggi sepak bola nasional, tim asal Kota Gudeg ini justru menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar penggembira di musim debutnya.
Sebagai tim promosi yang berstatus juara Liga 2 2024/2025, PSIM Yogyakarta tampil tanpa beban berlebihan dan mampu memberikan hasil yang memuaskan hingga paruh musim berakhir. Mereka bertengger di peringkat keenam klasemen sementara dengan total 30 poin dari 17 pertandingan yang telah dilakoni.
Dari 17 pertandingan tersebut, Laskar Mataram sukses mengoleksi delapan kemenangan, enam hasil imbang, serta hanya tiga kali menelan kekalahan. Pencapaian ini terbilang prestisius bagi sebuah tim yang baru saja naik kelas. Bahkan, PSIM Yogyakarta unggul dibanding dua sesama tim promosi lainnya, yaitu Bhayangkara FC yang masih tertahan di peringkat kesembilan dengan koleksi 22 poin, dan Persijap Jepara yang harus berjuang keras di dasar klasemen dengan raihan sembilan poin.
Performa Produktif dan Kekurangan di Lini Pertahanan
Produktivitas PSIM Yogyakarta juga terbilang menjanjikan. Mereka mampu mencetak 23 gol sepanjang putaran pertama. Namun, lini pertahanan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diperbaiki. Hingga paruh musim, PSIM Yogyakarta telah kebobolan 18 gol dari 17 laga, atau rata-rata satu gol di setiap pertandingan.
Meski memiliki jarak poin yang relatif dekat dari puncak klasemen, PSIM Yogyakarta mulai digadang-gadang sebagai salah satu kuda hitam dalam perburuan gelar. Namun, pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, memilih untuk tetap realistis terkait target tim di musim ini.
Tetap Realistis Meski Performa Memuaskan
Van Gastel menyatakan bahwa dirinya tidak melihat PSIM Yogyakarta sebagai tim yang akan bersaing memperebutkan gelar juara. “Saya pikir kami bukanlah tim yang akan bersaing memperebutkan gelar juara. Saya rasa kami belum cukup bagus dan masih belum sejauh itu,” ujar Van Gastel, Senin (12/1/2026).
Menurut pelatih asal Belanda tersebut, PSIM Yogyakarta masih berada dalam fase pembangunan. Namun, ia tak menampik rasa bangga atas pencapaian anak asuhnya sejauh ini. “Klub ini masih dalam tahap pengembangan. Namun di sisi lain, performa kami cukup baik, berada di posisi keenam klasemen. Jadi, sebagai sebuah klub kami sangat bangga karena sebagai tim promosi setelah 18 tahun, kami bisa berada di papan atas,” lanjutnya.
Meski begitu, Van Gastel menilai mimpi besar soal gelar juara belum menjadi target utama musim ini. “Tetapi untuk bermain dalam perebutan gelar juara, itu masih terlalu jauh bagi kami,” tutupnya.
Kesimpulan
PSIM Yogyakarta telah membuktikan bahwa mereka mampu bertahan dan bahkan tampil menawan di kasta tertinggi sepak bola nasional. Dengan posisi keenam klasemen sementara dan produktivitas yang cukup baik, tim asal Yogyakarta ini menunjukkan potensi besar yang bisa dikembangkan lebih jauh di masa depan. Meski demikian, Van Gastel tetap menjaga sikap realistis dan fokus pada proses pengembangan tim.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.


