Sekolah menengah pertama (SMP) Negeri 3 Depok kembali menjadi sorotan setelah viral di media sosial. Viralnya video siswa-siswi sekolah tersebut membawa meja dari rumah untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Padahal, sekolah ini telah mendapatkan anggaran pembangunan sebesar Rp28 miliar.
Menurut Kepala SMP Negeri 3 Depok, Ety Kuswandarini, kondisi ini terjadi karena keinginan orang tua dan siswa agar seluruhnya masuk pagi. Ia menjelaskan bahwa meja dan kursi yang tersedia hanya digunakan oleh siswa yang masuk pada siang hari. Sementara itu, siswa yang masuk pagi menggunakan meja dan kursi dari rumah.
“Kalau di siang hari meja dan kursinya ada, gantian dengan kelas yang masuk pagi,” ujar Ety saat dikonfirmasi.
Ety juga menyampaikan bahwa setelah sekolah dipugar dan diresmikan oleh Wali Kota Depok Supian Suri, masih ada beberapa ruang kelas yang belum dilengkapi meja dan kursi. Menurutnya, siswa yang masuk pagi adalah siswa Kelas 9 dan sebagian kelas 8.
Alasan utamanya, lanjut Ety, adalah karena sebelum dibangun ulang, SMP Negeri 3 dan SMP Negeri 33 masih berada dalam satu atap. Hal ini menyebabkan penggunaan meja dan kursi yang bersamaan. Setelah proses pemugaran, SMP Negeri 33 menggunakan meja dan kursi sendiri, sehingga membuat SMP Negeri 3 Depok kekurangan peralatan belajar.
Selain itu, Ety menyampaikan bahwa sekarang sudah tidak diperbolehkan menggunakan kursi kayu. “Sekarang pun sudah tidak diperkenankan menggunakan kursi kayu,” ujarnya.
Meski demikian, Ety menegaskan bahwa kondisi ini tidak mengganggu KBM. Para siswa tetap antusias dan semangat dalam belajar. Bahkan, para orang tua juga mendukung keinginan anak-anak mereka untuk masuk pagi.
“Kondisinya seperti ini, para siswa tetap semangat dan orang tua juga, mereka yang menginginkan masuk pagi semua,” tegas Ety.
Ety juga menjelaskan bahwa pembangunan SMPN 3 Depok dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman dengan anggaran sebesar Rp28 miliar. Namun, anggaran tersebut tidak mencakup mebelernya.
“Untuk informasi lebih lanjut silahkan ke Pemkot Depok ya,” kata Ety.
Sebelumnya, Wali Kota Depok Supian Suri mengakui bahwa belum semua ruang kelas di SMP Negeri 3 terfasilitasi mebeler. Oleh karena itu, pemerintah meminta bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank BJB.
“Dari BJB juga untuk tambahan mebelernya sedang berproses. Mudah-mudahan ya ini kita berproses lah semuanya,” ucap Supian usai meresmikan Mts Negeri di Pancoran Mas.
Supian menambahkan bahwa setelah proses pemugaran, pemerintah belum bisa memenuhi mebeler untuk seluruh kelas di SMP Negeri 3 Depok.
“17 kelas kalau nggak salah yang belum terfasilitasi, 10 kelas kita fasilitasi dengan CSR Bank BJB, selebihnya nanti kita kejar di perubahan anggaran,” ujar Supian.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







