Kemenangan Dramatis Sumsel United dalam Laga Melawan PSPS Pekanbaru
Pertandingan antara Sumsel United melawan PSPS Pekanbaru di laga pekan ke-15 kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 berjalan sangat sengit. Dengan skor akhir 3-2, Sumsel United berhasil menciptakan kemenangan dramatis setelah sempat tertinggal 1-2 dan bermain dengan 10 pemain.
Strategi Berani Pelatih Nilmaizar
Dalam pertandingan ini, pelatih kepala Sumsel United, Nilmaizar, menunjukkan keberanian besar dengan melakukan perubahan strategi yang tidak terduga. Setelah timnya tertinggal 1-2 dan harus bermain dengan 10 pemain karena kartu merah yang diterima kapten Rachmad Hidayat pada menit ke-31, Nilmaizar memutuskan untuk mengganti dua pemain dari lini depan.
Alih-alih memasukkan pemain bertahan untuk memperkuat sektor belakang, pelatih asal Minangkabau ini justru memasukkan dua penyerang tambahan. Kahar Muzakkar Kalu masuk menggantikan Lee Yu Jun di posisi gelandang, sedangkan Muhammad Syahril Aprizal digantikan Nathan Fariel Kusuma dari posisi winger.
Hasilnya, Sumsel United mampu mengubah arah permainan. Kahar Kalu hanya butuh tujuh menit di babak kedua untuk mencetak gol penyamaan skor menjadi 2-2. Gol ini dicetaknya setelah memaksimalkan umpan matang dari Muhammad Fatchu Rochman.
Peran Penting Syahril Aprizal
Muhammad Syahril Aprizal juga memberikan kontribusi penting dalam kemenangan Sumsel United. Di menit 90+1, ia menciptakan assist yang mengubah bola tendangan spekulasi menjadi gol ketiga bagi Diego Pires Dall’Oca. Gol ini memastikan kemenangan Sumsel United dengan skor akhir 3-2.
Mental Juara yang Kuat
Meski sempat terpuruk di babak pertama, Sumsel United menunjukkan mental juara yang kuat. Pemain-pemain Laskar Juaro tetap berjuang hingga akhir dan mampu membalikkan situasi. Meskipun ada beberapa kesalahan yang menyebabkan dua gol ke gawang Panggih Triatmojo, mereka tetap mampu bangkit dan meraih tiga poin penting.
Evaluasi dan Persiapan untuk Pertandingan Mendatang
Setelah pertandingan, Nilmaizar mengakui bahwa masih banyak hal yang perlu diperbaiki. Ia menyebutkan bahwa masalah mental pemain menjadi salah satu faktor utama yang harus segera diperbaiki. “Dua gol itu fatal ya. Karna golnya satu lawan satu. Saya bilang sama pemain saat jeda babak pertama, kayaknya mereka terlalu tegang dan tidak bisa kontrol bola,” ujarnya.
Namun, ia tetap memuji semangat dan mental pemain. “Alhamdulillah, pemain kita memiliki mental pemenang,” katanya. Ia juga menegaskan bahwa tim pelatih akan melakukan evaluasi menyeluruh dan memperbaiki semua kekurangan.
Statistik Pertandingan yang Menarik
Berdasarkan statistik pertandingan, duel antara Sumsel United dan PSPS Pekanbaru berjalan sangat ketat dan panas sejak menit pertama. Sumsel United berhasil menguasai bola sebanyak 55 persen dan melepaskan lima tembakan on target dari delapan total tembakan. Akurasi tembakan mencapai 72 persen, serta melakukan 332 umpan sukses dengan akurasi 82 persen dan tujuh tekel sukses.
Sementara itu, PSPS Pekanbaru mencatatkan penguasaan bola sebesar 45 persen. Mereka melepaskan tujuh tembakan on target dari 13 total tembakan dengan akurasi 64 persen. Tim lawan juga melakukan 274 umpan sukses dengan akurasi 77 persen dan 11 tekel sukses.
Kemenangan yang Mengguncang Kompetisi
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Ini adalah pernyataan keras: Sumsel United siap mengguncang Pegadaian Championship 2025/26. Dari keterpurukan, mereka bangkit, melawan arus, dan menutup laga dengan epik yang akan dikenang sepanjang musim.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.


