UGM dan Otorita IKN Lahirkan 39 Ahli Kota Hutan Cerdas

UGM dan Otorita IKN Lahirkan 39 Ahli Kota Hutan Cerdas

Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) berhasil menyelesaikan pelatihan khusus Smart Forest City untuk 39 pegawai OIKN. Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan aparatur yang terlibat langsung dalam perencanaan dan pengelolaan IKN sebagai ibu kota baru.

Program pelatihan berlangsung secara daring melalui UGM Online pada November hingga Desember 2025. Peserta berasal dari sembilan unit kerja strategis OIKN, termasuk Deputi Transformasi Hijau dan Digital serta Unit Hukum dan Kepatuhan. Kurikulum yang disusun khusus dirancang untuk menjawab tantangan pembangunan kota berbasis keberlanjutan.

Penasihat Senior OIKN Daniel Oscar Baskoro menyebutkan bahwa tingkat penyelesaian peserta rata-rata di atas 80 persen. Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya fokus pada prosedur birokrasi, tetapi juga pada konsep kota masa depan. Tujuh modul utama diberikan, mulai dari Arsitektur Hijau, Perubahan Iklim, hingga Big Data dan Digital Government. “Ini kerangka pengetahuan dasar untuk Nusantara,” ujarnya.

Modul Arsitektur Hijau mencatat tingkat penyelesaian tertinggi, hampir 90 persen. Minat tinggi juga terlihat pada Antropologi Ekologi. “Pendekatan ini penting agar pembangunan fisik tidak mengabaikan konteks sosial dan lingkungan,” kata Daniel.

Rektor UGM Ova Emilia menilai pelatihan ini menegaskan peran perguruan tinggi dalam proyek strategis nasional. Menurut dia, UGM tidak hanya terlibat dalam pendidikan, tetapi juga riset pendukung pembangunan IKN. “Wanagama Nusantara di kawasan IKN menjadi ruang uji bagi pendekatan keberlanjutan,” ujarnya.

Direktur Kajian Inovasi Akademik UGM Hatma Suryoatmojo mengatakan peserta dilatih menggunakan data sebagai dasar pengambilan kebijakan. Materi Big Data dan Digital Government diarahkan untuk mengubah pola kerja birokrasi yang selama ini bertumpu pada intuisi. “Pendekatannya preskriptif,” katanya.

Hatma menyebut kerja sama UGM dan OIKN akan berlanjut ke riset lapangan di Wanagama Nusantara. Riset ini diharapkan menjadi dasar akademis bagi kebijakan yang diterapkan di IKN. Berikut beberapa poin penting dari pelatihan:

  • Tujuan Pelatihan: Memperkuat kapasitas aparatur dalam merancang dan mengelola IKN sebagai kota berkelanjutan.
  • Durasi dan Bentuk Pelatihan: Dilaksanakan secara daring selama November hingga Desember 2025.
  • Peserta: Terdiri dari 39 pegawai OIKN yang berasal dari sembilan unit kerja strategis.
  • Kurikulum: Disusun khusus dengan tujuh modul utama seperti Arsitektur Hijau, Perubahan Iklim, dan Big Data.
  • Tingkat Penyelesaian: Rata-rata di atas 80 persen, dengan modul Arsitektur Hijau mencapai hampir 90 persen.
  • Pendekatan Pembelajaran: Fokus pada konsep kota masa depan dan penggunaan data sebagai dasar pengambilan kebijakan.
  • Kolaborasi: Kerja sama antara UGM dan OIKN akan terus berlanjut, termasuk riset lapangan di Wanagama Nusantara.

Pelatihan ini merupakan langkah penting dalam membangun IKN sebagai kota yang berkelanjutan dan berinovasi. Dengan pendekatan yang holistik, baik dari segi teknologi, lingkungan, maupun sosial, IKN diharapkan mampu menjadi contoh kota modern yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan.

Related posts