Burung Sekretaris: Spesies Burung yang Menarik dan Unik
Burung sekretaris adalah salah satu spesies burung besar yang hidup di daratan, terutama ditemukan di benua Afrika. Nama ilmiah dari burung ini adalah Sagitarius serpentarius, dan mereka termasuk dalam keluarga Sagittariidae. Dengan penampilan yang menarik dan elegan, burung ini memiliki bulu yang indah dan khas. Baik jantan maupun betina memiliki kesamaan dalam penampilan, namun burung jantan memiliki bulu ekor yang lebih panjang, bulu kepala yang lebih tebal, serta warna bulu biru keabu-abuan.
Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang burung sekretaris:
1. Burung Sekretaris Berasal dari Afrika
Burung sekretaris tersebar luas di wilayah sub-Sahara Afrika. Mereka tidak melakukan migrasi seperti burung-burung lainnya, tetapi lebih bersifat nomadik secara lokal, mengikuti pola curah hujan dan ketersediaan makanan. Wilayah penyebaran mereka mencakup daerah dari Senegal hingga bagian selatan Somalia dan Provinsi Cape, Afrika Selatan.
Mereka lebih suka tinggal di padang rumput terbuka, sabana, dan semak belukar daripada hutan atau semak lebat. Burung ini juga bisa ditemukan di dataran tinggi dan pantai, serta sering muncul di area pertanian, meskipun cenderung menghindari gurun.
2. Mengapa Dinamakan Burung Sekretaris?
Nama “burung sekretaris” berasal dari abad ke-18 ketika orang Eropa pertama kali melihat spesies ini. Pada masa itu, para sekretaris pria menggunakan jas berekor abu-abu dan celana selutut berwarna gelap, serta membawa pena bulu angsa di belakang telinganya. Penampilan burung ini sangat mirip dengan seorang sekretaris pada masa itu. Namun, ada juga teori lain yang menyebutkan bahwa nama ini berasal dari bahasa Arab, yaitu saqr-et-tair yang berarti “burung pemburu”.
3. Burung Sekretaris Biasanya Diam Sepanjang Hari
Meski biasanya diam, burung sekretaris dikenal memiliki suara yang keras dan dalam, mirip dengan suara katak dan gagak. Suara ini biasanya dikeluarkan oleh burung jantan saat mencari pasangan atau sedang berkencan. Mereka juga menggunakan intensitas suara yang berbeda untuk merasa terancam, lapar, mengancam, atau berkomunikasi dengan sesama burung sekretaris.
4. Burung Sekretaris adalah Pemburu yang Hebat
Menurut informasi dari National Geographic, makanan utama burung sekretaris terdiri dari hewan pengerat, amfibi, dan reptil. Mereka sering berburu dalam kelompok kecil atau bersama pasangannya. Burung ini lebih aktif berburu setelah matahari terbenam dan beristirahat di siang hari.
Mereka tidak hanya menggunakan paruh, tetapi lebih terkenal dengan kaki besar dan cakar tajamnya untuk menginjak mangsa hingga mati. Ular adalah salah satu makanan favorit mereka, dan mereka bisa menjelajah hingga 32 kilometer untuk mencari makanan.
5. Burung Sekretaris Hanya Terbang Jika Membutuhkannya
Burung sekretaris memiliki sayap yang lebar, sekitar 6,3 hingga 7,1 kaki. Meskipun begitu, mereka tidak terlalu banyak terbang jika tidak membutuhkannya karena terbang cukup melelahkan bagi mereka. Namun, mereka mampu terbang setinggi 3.800 meter dari permukaan tanah.
6. Burung Sekretaris Bersifat Monogami
Burung sekretaris membentuk hubungan yang berlangsung seumur hidup. Mereka sangat territorial dan menjaga wilayahnya dengan baik. Musim kawin mereka bisa terjadi kapan saja dalam setahun, tetapi biasanya terjadi pada musim kering. Setelah bertelur, burung betina akan menghasilkan 1 hingga 3 telur yang dierami oleh kedua induk. Telur tersebut akan menetas dalam waktu sekitar 45 hari.
FAQ Seputar Fakta Burung Sekretaris
Dari mana asal burung sekretaris?
Burung sekretaris berasal dari Afrika bagian sub-Sahara dan menyukai padang rumput terbuka atau sabana.
Apakah burung sekretaris sering terbang?
Mereka bisa terbang, tapi lebih sering berjalan di tanah, karena burung ini lebih suka mencari makan dan menjelajah daripada terbang.
Bagaimana cara burung sekretaris berburu mangsa?
Burung sekretaris menggunakan kaki besar dan tajam untuk menginjak mangsa seperti hewan pengerat, reptil, dan kadang ular hingga mati.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







