Tren Penjualan Smartphone Selama Ramadan dan Lebaran 2026
Selama momen Ramadan dan Lebaran, tren penjualan smartphone di Indonesia terlihat mengalami lonjakan. Terutama pada segmen entry-level dan mid-range yang menawarkan harga terjangkau hingga menengah. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan masyarakat untuk memiliki perangkat baru yang sesuai dengan anggaran.
Aryo Meidianto Aji, seorang pengamat dan analis pasar smartphone, menyatakan bahwa pola penjualan selalu berulang setiap tahunnya. Namun, spesifikasi yang ditawarkan semakin meningkat. Konsumen kini lebih cerdas dalam mencari nilai tukar uang yang optimal.
Menurut Aryo, smartphone yang paling diminati adalah yang berada di kisaran harga di bawah Rp3 juta untuk segmen entry-level dan sekitar Rp3 juta hingga Rp6 juta untuk segmen mid-range. Segmen entry-level tetap menjadi primadona karena volume penjualannya cukup besar. Pada momen Lebaran, banyak orang membutuhkan smartphone baru untuk dibawa mudik, meskipun dengan anggaran yang terbatas.
Pasar smartphone Indonesia juga mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa konsumen mulai berani naik kelas. Hal ini didorong oleh strategi vendor yang membawa fitur canggih ke kelas menengah. Fitur-fitur seperti Near-Field Communication (NFC), memori besar, dan baterai yang awet kini menjadi prioritas utama konsumen.
“NFC menjadi fitur yang paling hype dan dicari. Karena biasanya digunakan untuk transaksi digital. Sekarang ini orang-orang ingin bisa tap di mesin EDC atau isi e-wallet dengan mudah,” kata Aryo.
Selain itu, RAM dan penyimpanan internal yang besar masih menjadi pertimbangan pengguna. Aryo menilai konsumen saat ini jauh lebih pintar dan mulai benar-benar memperhatikan spesifikasi. RAM di kisaran 6-8GB dan penyimpanan internal minimal 128GB sudah menjadi standar perangkat yang dicari, bahkan di kelas entry-level.
“Mereka ingin perangkat yang tidak lemot saat buka banyak aplikasi,” katanya.
Kapasitas baterai 5.000mAh kini sudah menjadi standar untuk menemani aktivitas seharian, termasuk saat mudik. Meski demikian, kamera yang mumpuni untuk foto keluarga saat berkumpul juga tetap penting, walau tidak harus sekelas flagship.
Faktor pendorong utama pada fase ini adalah pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), serta faktor gengsi dan gaya hidup saat kembali ke kampung halaman.
“THR ini adalah faktor nomor satu. THR adalah bonus tahunan yang biasanya sudah dialokasikan konsumen untuk berbagai keperluan, termasuk membeli gadget baru, baik untuk sendiri maupun sebagai hadiah kepada orang tua atau saudara,” kata Aryo.
Pulang kampung dengan smartphone baru menjadi kebanggaan tersendiri di Indonesia. Hal itu sering dimaknai sebagai simbol keberhasilan setelah setahun merantau atau bekerja. Selain itu, HP sekarang bukan lagi sekadar alat komunikasi, tapi sudah menjadi pusat aktivitas digital untuk belanja online, transportasi online, hingga belajar. Inilah yang menjadi faktor pendorongnya.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







