Pekan lalu, Tiongkok melakukan uji coba pembatalan peluncuran di ketinggian rendah dari kapsul Mengzhou (Kapal Impian) generasi barunya. Kapsul ini dirancang untuk membawa awak ke bulan paling cepat pada tahun 2030.
Mengzhou berkinerja sesuai desain selama uji coba, yang lepas landas dari Situs Peluncuran Luar Angkasa Wenchang di Pulau Hainan. Kapsul tersebut berhasil bermanuver menjauh dari roket Long March 10 dan mendarat di laut dengan parasut, menunjukkan kemampuan yang akan dibutuhkan jika terjadi keadaan darurat peluncuran.
Long March 10 juga merupakan bagian penting dari rencana bulan Tiongkok. Ini adalah roket pengangkut berat baru yang akan meluncurkan astronot negara itu ke tetangga terdekat Bumi tersebut. Roket tersebut berhasil melakukan uji coba pentingnya sendiri pada Rabu, 11 Februari 2026.
Tahap pertama roket Long March 10 dirancang untuk dapat digunakan kembali, seperti roket Falcon 9 andalan SpaceX. Pada hari Rabu, pendorong tersebut mengarahkan dirinya sendiri ke pendaratan vertikal di laut setelah Mengzhou terpisah.
Long March 10 masih dalam pengembangan dan penerbangan hari Rabu tidak mendekati orbit. Namun, keberhasilan pendaratan roket tersebut tetap merupakan tonggak penting dalam perjalanan menuju pemulihan dan penggunaan kembali.
Tiongkok juga telah membuat kemajuan baru-baru ini dengan wahana pendarat bulan berawaknya, sebuah kendaraan bernama Lanyue. Akibatnya, banyak ahli antariksa memberi negara itu peluang nyata untuk memenangkan perlombaan berawak kembali ke permukaan bulan.
NASA bertujuan untuk mendaratkan manusia di bulan pada tahun 2028 dalam misi Artemis 3, yang akan menggunakan versi modifikasi dari kendaraan Starship SpaceX sebagai wahana pendaratnya. Namun, tidak jelas apakah misi tersebut akan mampu memenuhi tenggat waktu tersebut.
Banyak hal bergantung, misalnya, pada keberhasilan Artemis 2, sebuah perjalanan berawak mengelilingi bulan yang dapat diluncurkan paling cepat bulan depan. Artemis 2 akan menggunakan roket Space Launch System dan kapsul Orion milik NASA tetapi tidak akan menggunakan Starship.
Perkembangan Teknologi Ruang Angkasa Tiongkok
Tiongkok terus mengembangkan teknologi ruang angkasa yang kompetitif. Uji coba pembatalan peluncuran Mengzhou menunjukkan bahwa negara ini memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi darurat dengan efektivitas tinggi. Selain itu, pengembangan roket Long March 10 mencerminkan komitmen Tiongkok terhadap inovasi dan penghematan biaya melalui penggunaan kembali komponen roket.
-
Pengembangan Long March 10
Roket Long March 10 dirancang untuk menjadi pengangkut berat yang akan digunakan untuk mengirimkan astronot ke bulan. Tahap pertamanya dirancang agar dapat digunakan kembali, mirip dengan sistem yang diterapkan oleh SpaceX. Uji coba terbaru menunjukkan bahwa pendorong roket mampu melakukan pendaratan vertikal di laut, yang merupakan langkah penting dalam pengembangan teknologi pendaratan ulang. -
Kemampuan Kapsul Mengzhou
Kapsul Mengzhou berhasil melakukan manuver dan mendarat dengan parasut, menunjukkan bahwa kapal ini siap untuk digunakan dalam kondisi darurat. Hal ini sangat penting karena keselamatan awak sangat krusial dalam misi ruang angkasa.
Persaingan Antariksa Global
Persaingan antara Tiongkok dan Amerika Serikat dalam eksplorasi luar angkasa semakin ketat. NASA memiliki rencana untuk mendaratkan manusia di bulan pada tahun 2028 melalui misi Artemis 3. Namun, tantangan besar masih ada, termasuk keberhasilan misi Artemis 2 yang akan menjadi ujian bagi teknologi dan infrastruktur yang digunakan.
-
Artemis 2: Langkah Penting untuk Misi Bulan
Artemis 2 akan menjadi perjalanan berawak mengelilingi bulan, yang akan menjadi langkah penting sebelum mendarat di permukaan bulan. Meskipun akan menggunakan roket Space Launch System dan kapsul Orion, tidak akan menggunakan Starship, yang menjadi andalan SpaceX untuk misi pendaratan. -
Peran Starship dalam Misi Artemis 3
Starship, yang dikembangkan oleh SpaceX, akan menjadi wahana pendarat utama dalam misi Artemis 3. Namun, keberhasilannya masih harus dibuktikan, terutama dalam menghadapi tantangan teknis dan logistik.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meski Tiongkok memiliki proyek ambisius, tantangan tetap ada. Pengembangan teknologi ruang angkasa membutuhkan sumber daya yang besar dan kerja sama yang baik. Di sisi lain, Tiongkok memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin dalam eksplorasi bulan, terutama dengan pengembangan wahana pendarat berawak seperti Lanyue.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







