Kapan Gerhana Matahari Cincin Api Terjadi?
Gerhana matahari cincin api akan terjadi pada 17 Februari 2026. Puncak gerhana ini berlangsung pada pukul 09.56 UTC saat Bulan tepat berada di antara Matahari dan Bumi. Pada momen terbesarnya, Bulan akan menutupi hingga 96 persen bagian tengah Matahari. Hal itu membuat cahaya Matahari yang tersisa membentuk cincin terang di sekeliling Bulan.
Fenomena cincin api ini bisa terlihat selama sekitar 2 menit 19—20 detik. Meskipun durasi cincin api singkat, pengamat tetap bisa menikmati gerhana sebagian sebelum dan sesudah puncak yang bisa terlihat selama beberapa jam, lengkap dengan perubahan cahaya dan bentuk Matahari secara bertahap.
Apakah Gerhana Matahari Cincin Api Bisa Dilihat dari Indonesia?
Disinggung sebelumnya, gerhana matahari cincin api tahun ini sayangnya tidak bisa disaksikan dari Indonesia. Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika dari Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa fenomena ini hanya terjadi di Antartika, sedangkan gerhana sebagian akan terlihat di beberapa wilayah lain seperti Chile, Argentina, dan Afrika Selatan. Konfigurasi posisi Bumi, Bulan, dan Matahari membuat jalur gerhana berada jauh dari Indonesia sehingga wilayah kita tidak termasuk area pengamatan.
Kabar baiknya, Indonesia tidak perlu menunggu terlalu lama untuk melihat gerhana serupa. Menurut Thomas, gerhana matahari cincin berikutnya yang akan melintasi Indonesia terjadi pada 21 Mei 2031 dengan jalur yang melewati Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.
Fakta Gerhana Matahari Cincin Api
Gerhana matahari cincin api menampilkan pemandangan langit yang menakjubkan di mana Matahari terlihat seperti cincin terang di sekitar Bulan. Fenomena ini punya beberapa fakta menarik yang perlu kamu tahu. Yuk, kita ulik bersama!
-
Cincin api terjadi karena Bulan lebih jauh dari Bumi
Saat gerhana cincin terjadi, Bulan berada di titik terjauhnya dari Bumi (apogee) sehingga ukurannya tampak lebih kecil di langit dan tidak bisa menutupi Matahari sepenuhnya. Cahaya Matahari yang masih terlihat di tepi Bulan membentuk efek “cincin terang” yang membuat fenomena ini dijuluki ring of fire. -
Hanya terlihat di jalur sempit di Bumi
Area yang bisa menyaksikan cincin api disebut jalur annular dan biasanya lebarnya hanya sekitar 93 mil (150 km). Di luar jalur ini, orang hanya akan melihat gerhana sebagian di mana Matahari tampak seperti tergigit sebagian oleh Bulan, tapi cincin api tidak terlihat. -
Tidak gelap total seperti gerhana matahari total
Berbeda dengan gerhana total, cahaya tetap ada selama gerhana cincin. Matahari tidak menghilang sepenuhnya sehingga mata harus selalu dilindungi dengan kacamata eclipse atau filter khusus jika ingin mengamatinya langsung. Suasana siang tetap terang, tapi cahaya dan bayangan di sekitar bisa terasa sedikit berbeda.
FAQ Seputar Kapan Gerhana Matahari Cincin Api
| Question | Answer |
|---|---|
| Kapan gerhana Matahari cincin api terjadi tahun ini? | Gerhana akan terjadi pada 17 Februari 2026. |
| Seberapa sering gerhana cincin terjadi? | Rata-rata setiap 3–5 tahun di suatu lokasi di Bumi, tapi jalurnya berbeda-beda setiap kali. |
| Berapa lama cincin api bisa terlihat? | Fase cincin api biasanya berlangsung beberapa menit, tergantung posisi pengamat di jalur annular. |
Referensi:
– “Annular Solar Eclipse 2026: Everything You Need To Know About The ‘Ring of Fire'”.
– “What Is An Annular Solar Eclipse?”.
– “The First Solar Eclipse Of 2026 Is Coming Very Soon – And It’s Set To Produce A “Ring Of Fire””.
– “What Are the Three Types of Solar Eclipses?”.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







