Mengapa Tanggal Imlek Berubah Setiap Tahun?
Imlek selalu menjadi momen yang paling dinanti oleh keluarga Tionghoa. Uniknya, perayaan Tahun Baru China ini selalu “berpindah-pindah” tanggal dan tidak konsisten setiap tahunnya. Misteri pergeseran tanggal ini selalu menjadi topik menarik untuk dibahas menjelang perayaannya.
Perbedaan Kalender Lunisolar dan Gregorian
Tanggal Imlek berubah setiap tahun karena kalender China menggunakan sistem lunisolar. Hal itu berbeda dengan kalender Gregorian yang umum dipakai di dunia. Kalender Gregorian bersifat solar, artinya 1 tahun dihitung berdasarkan pergerakan matahari selama sekitar 365,25 hari, lalu dibagi menjadi 12 bulan tetap. Sementara itu, kalender China memperhitungkan fase bulan sekaligus posisi matahari sehingga 1 bulan lunar berlangsung sekitar 29,5 hari dan 1 tahun lunar hanya sekitar 354 hari, yang lebih pendek sekitar 11 hari dibandingkan tahun solar.
Jika tidak disesuaikan, perayaan Imlek akan bergeser dari musimnya seiring waktu karena tahun lunar lebih pendek daripada tahun solar. Untuk menjaga agar Imlek tetap jatuh pada musim yang tepat, yaitu akhir musim dingin, kalender China menambahkan bulan kabisat setiap 2 sampai 3 tahun sekali. Penambahan bulan ini menyeimbangkan perbedaan antara tahun lunar dan solar sehingga tanggal Imlek bisa tetap berada dalam rentang musim yang sama. Itulah sebabnya tanggal Imlek tidak tetap, misalnya pada 2025 Imlek jatuh pada 29 Januari, sedangkan 2026 bergeser ke 17 Februari.
Sejarah Kalender Lunar China
Kalender lunar China diyakini diperkenalkan oleh Kaisar Kuning (Huangdi) sekitar 2637 SM. Seiring waktu, para astronom China menyempurnakan sistem ini dengan mengamati pergerakan matahari, bulan, dan lima planet yang terlihat dengan teliti. Pada masa Dinasti Han (206 SM—220 M), kerangka lunisolar ini sudah matang, menggabungkan 24 istilah musim, seperti Lichun (awal musim semi) dan Dongzhi (solstis musim dingin) yang membantu mengatur kegiatan pertanian. Istilah-istilah ini jaraknya sekitar 15 hari dan menempatkan kalender lunar selaras dengan orbit Bumi sehingga Tahun Baru Imlek selalu jatuh mendekati Lichun, menandai awal musim semi secara simbolis.
Keharmonisan antara kalender lunar dan ritme alam ini menjelaskan mengapa perayaan Imlek modern masih mencerminkan kosmologi kuno. Pergeseran tanggal Imlek bukan kebetulan, melainkan hasil dari usaha menjaga keseimbangan antara kehidupan manusia, pergerakan benda langit, dan pergantian musim. Konsep ini sejalan dengan filosofi Daoisme dan Konfusianisme yang menekankan pentingnya hidup selaras dengan alam dan kosmos.
Durasi Perayaan Imlek
Perayaan Imlek secara tradisional berlangsung selama 15 hari, dimulai dari malam tahun baru hingga Festival Lentera. Struktur 15 hari ini sudah ada sejak zaman Dinasti Shang (sekitar 1600—1046 SM) ketika Imlek awalnya merupakan festival panen sekaligus ritual untuk menghormati dewa dan leluhur. Pada masa Dinasti Han (206 SM—220 M), perayaan ini mulai diatur lebih terstruktur dengan berbagai kegiatan yang berlangsung secara berurutan sepanjang periode tersebut.
Angka 15 memiliki makna simbolis penting karena menandai bulan purnama pertama setelah bulan baru yang menutup satu siklus lunar. Puncak perayaan ini ditandai dengan Festival Lentera (Yuánxiāo Jié) di mana masyarakat menyalakan lentera, bermain teka-teki, dan menyantap tangyuan (bola ketan manis) sebagai simbol kebersamaan dan kesempurnaan keluarga.
FAQ Seputar Tanggal Imlek
Question
Kenapa tanggal Imlek selalu berbeda tiap tahun?
Answer
Karena kalender Tionghoa bersifat lunisolar, menyesuaikan fase bulan dan posisi matahari.
Question
Apakah Imlek selalu jatuh di bulan Januari atau Februari?
Answer
Ya, Imlek selalu jatuh antara akhir Januari dan pertengahan Februari sesuai kalender lunar.
Question
Apakah tanggal Imlek sama di seluruh dunia?
Answer
Ya, seluruh komunitas Tionghoa mengikuti kalender yang sama, sehingga tanggal Imlek serentak.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







