Teknologi Biowash sebagai Solusi Cepat Pengolahan Limbah Organik
Di tengah tantangan pengelolaan limbah organik yang semakin mengkhawatirkan, teknologi Biowash muncul sebagai solusi inovatif dan efisien. Teknologi ini tidak hanya membantu dalam pengolahan sampah di tingkat rumah tangga, tetapi juga memiliki potensi untuk meningkatkan ketahanan pangan melalui penggunaannya sebagai pestisida nabati.
Biowash menjadi pilihan strategis dalam menghadapi kondisi darurat sampah karena proses pengolahannya yang sangat cepat. Berbeda dengan metode konvensional yang membutuhkan waktu cukup lama, Biowash hanya memerlukan waktu sekitar tiga hari saja untuk siap digunakan. Hal ini membuatnya menjadi alternatif yang lebih praktis dibandingkan pembuatan eco enzym yang membutuhkan waktu hingga tiga bulan.
Teknologi ini menggunakan bahan dasar seperti kulit buah jeruk dan nanas yang dicampur dengan garam dan starter. Proses fermentasi yang cepat memungkinkan penggunaan langsung sebagai media tanam atau bahan alami lainnya. Menurut Supradani Putri Nurina dari Yayasan Harapan Lingkungan Hidup (YHLH), Biowash dapat digunakan secara langsung tanpa perlu menunggu proses kompos yang biasanya memakan waktu dua minggu.
Program pengembangan Biowash dilakukan dalam kerja sama antara Bank Sinarmas, YHLH, dan PT Songsong Buwono Lestari. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat kelembagaan UMKM serta memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan. Program ini difokuskan pada optimalisasi aplikasi berbasis teknologi konsorsium mall dan penguatan kelembagaan UMKM.
Penerapan Biowash mulai dilakukan secara masif di Kube Lansia Tangguh Kelompok Ecoprin, Somodaran, Banyuraden, Gamping, Sleman. Dalam program tersebut, para peserta diajarkan bagaimana mengelola limbah organik dengan menggunakan teknologi ini. Selain itu, mereka juga diajarkan tentang pembentukan wadah-wadah seperti koperasi atau kelompok agar bisa saling mendukung dalam pengelolaan limbah dan pemanfaatannya.
Selain fungsi sebagai pengolah limbah, fermentasi Biowash juga bisa dimanfaatkan sebagai pestisida nabati. Hasil uji coba menunjukkan bahwa Biowash mampu memulihkan daun tanaman cabai yang mengalami keriting-keriting akibat serangan hama. Hal ini menunjukkan potensi besar dari teknologi ini dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.
Dengan keunggulan yang dimiliki, Biowash menjadi salah satu solusi yang layak dipertimbangkan dalam upaya mengurangi dampak negatif limbah organik terhadap lingkungan. Teknologi ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.
Manfaat dan Potensi Biowash
- Efisiensi Waktu: Proses pengolahan limbah hanya membutuhkan waktu tiga hari, jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional.
- Bahan Alami: Menggunakan bahan-bahan alami seperti kulit buah jeruk dan nanas, sehingga ramah lingkungan.
- Fungsi Ganda: Selain sebagai pengolah limbah, Biowash juga bisa dimanfaatkan sebagai pestisida nabati.
- Peningkatan Ketahanan Pangan: Membantu melindungi tanaman dari hama dan penyakit, sehingga meningkatkan hasil panen.
- Keterlibatan Komunitas: Melalui program pengembangan, masyarakat diajarkan cara mengelola limbah dan memanfaatkannya secara optimal.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







