Banjir Landa Jakarta Timur Saat Lebaran, 46 RT Terendam

Banjir Landa Jakarta Timur Saat Lebaran, 46 RT Terendam

Hujan Deras Mengakibatkan Genangan di Jakarta Timur

Hujan deras yang mengguyangi wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu (21/3/2026) telah menyebabkan kenaikan tinggi muka air di beberapa pos pantau. Kondisi ini terjadi di tengah suasana Idul Fitri 1447 H, sehingga memicu genangan di berbagai titik, khususnya di Jakarta Timur.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa hingga pukul 10.00 WIB, terdapat 46 RT yang terdampak banjir. Ia menjelaskan bahwa kenaikan tinggi muka air telah terpantau di beberapa pos sebelumnya, antara lain:

  • Pesanggrahan (Siaga 3) pada pukul 18.00 WIB
  • Cipinang Hulu (Siaga 3) pada pukul 18.00 WIB
  • Sunter Hulu (Siaga 2) pada pukul 18.00 WIB
  • Krukut Hulu (Siaga 3) pada pukul 19.00 WIB

Seluruh wilayah yang terdampak saat ini berada di Jakarta Timur, dengan rincian sebagai berikut:

  • Kelurahan Ceger: 1 RT
  • Kelurahan Cilangkap: 5 RT
  • Kelurahan Munjul: 2 RT
  • Kelurahan Cibubur: 6 RT
  • Kelurahan Ciracas: 16 RT
  • Kelurahan Cipinang Muara: 2 RT
  • Kelurahan Dukuh: 5 RT
  • Kelurahan Cipinang Melayu: 6 RT
  • Kelurahan Baru: 1 RT
  • Kelurahan Pekayon: 2 RT

Menurut Isnawa Adji, ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 hingga 80 sentimeter. Genangan ini dipicu oleh curah hujan yang tinggi serta luapan sejumlah aliran sungai, yakni Kali Cipinang, Kali Cilangkap, dan Kali Sunter.

Penyebab Banjir di Jakarta Timur

Curah hujan yang tinggi menjadi salah satu faktor utama penyebab banjir di Jakarta Timur. Hujan yang turun secara terus-menerus mengakibatkan peningkatan volume air di sungai-sungai kecil yang berada di sekitar permukiman warga. Selain itu, kondisi drainase yang tidak optimal juga berkontribusi terhadap genangan air di beberapa titik.

Beberapa sungai seperti Kali Cipinang dan Kali Cilangkap yang berada di dekat pemukiman penduduk, mengalami meluap akibat curah hujan yang tinggi. Hal ini membuat air mengalir ke permukiman warga, sehingga menimbulkan genangan yang cukup dalam.

Dampak Banjir terhadap Warga

Genangan air yang mencapai ketinggian 30 hingga 80 sentimeter memberi dampak signifikan terhadap kehidupan warga. Beberapa rumah warga terendam air, terutama di daerah yang berdekatan dengan aliran sungai. Warga terpaksa mengungsikan barang-barang penting mereka untuk menghindari kerusakan akibat air.

Di samping itu, akses jalan menuju beberapa wilayah juga terganggu karena genangan air. Hal ini menyulitkan warga dalam melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk perjalanan ke tempat kerja atau sekolah.

Upaya BPBD DKI Jakarta

BPBD DKI Jakarta terus memantau situasi banjir di Jakarta Timur. Para petugas telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Selain itu, mereka juga sedang melakukan pembersihan saluran air agar aliran air dapat lancar kembali.

Warga diimbau untuk tetap waspada dan menghindari area yang rawan banjir. Jika terjadi peningkatan ketinggian air, warga diminta segera melaporkan ke pihak berwajib agar dapat segera diambil tindakan.

Related posts