Carlos Pena Beri Panggung Juara EPA, Kontribusi Zulfan Djiaulhaq Diperhatikan

Carlos Pena Beri Panggung Juara EPA, Kontribusi Zulfan Djiaulhaq Diperhatikan

bali.IKABARI

DENPASAR – Pelatih Persita, Carlos Pena, menunjukkan keberaniannya dalam melakukan rotasi pemain sepanjang Super League 2025-2026 berlangsung. Dari 26 nama yang telah dimainkan, tiga pemain debutan muda berhasil mencuri perhatian, yaitu Evan Tuhuteru, Aep Nursofyan, dan Zulfan Djiaulhaq.

Promosi ketiga pemain jebolan Persita U-20 ini menjadi solusi segar di tengah krisis pemain muda akibat cedera panjang yang dialami Jack Brown Cum sius. Carlos Pena menegaskan bahwa integrasi pemain akademi ke tim utama adalah misi utama klub sejak awal musim.

“Pemain muda adalah fondasi penting Persita,” ujar Carlos Pena melalui laman klubnya. Keberhasilan mereka menembus skuad utama sekaligus memvalidasi kualitas pembinaan usia dini Persita yang musim lalu keluar sebagai juara Elite Pro Academy.

“Saya tahu, bahwa bagi Persita sangat penting tentang pemain muda dan mereka memang memiliki kualitas untuk mendapatkan kesempatan bermain. Karena saya sudah melihat dalam tiga minggu pertama, saya menyadari tidak hanya dari musim lalu para pemain sudah mendapatkan menit bermain di tim utama,” kata Carlos Pena.

Sejauh ini sosok gelandang muda, Zulfan terus mendapat kesempatan bermain dan tampil dalam 10 pertandingan serta memiliki satu assist. Namun, Carlos Pena tak mau terburu-buru mengenai kemungkinan sang pemain mendapatkan panggilan Timnas Indonesia U-20.

“Menurutku Zulfan adalah pemain yang sangat bagus. Dia baru berusia 19 tahun, jadi menurutku belum saatnya memikirkan itu (panggilan Timnas Indonesia U-20). Biarkan dia terus bekerja. Biarkan dia terus bermain untuk Persita. Dia masih butuh waktu,” tutur Carlos Pena.

Strategi Rotasi dan Kinerja Pemain Muda

Persita saat ini sedang dalam persiapan menghadapi laga pekan ke-27 Super League 2025-2026 kontra tuan rumah Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), 4 April 2026 mendatang. Persebaya berada di peringkat ketujuh dengan 39 poin, hasil dari 10 kali menang, sembilan kali seri dan enam kali kalah.

Sementara itu, Persita di posisi kelima dengan 41 poin, hasil dari 12 kali menang, lima kali seri dan delapan kali kalah. Hal ini menunjukkan bahwa performa tim cukup stabil meskipun menghadapi tantangan dari sisi cedera pemain utama.

Penilaian Pelatih Terhadap Pemain Muda

Carlos Pena memberikan penilaian positif terhadap para pemain muda yang dipromosikan ke tim utama. Ia menekankan bahwa pembinaan usia dini menjadi prioritas utama klub. Dengan adanya pemain-pemain seperti Zulfan, Evan, dan Aep, Persita berharap bisa membangun fondasi yang kuat untuk masa depan.

Fokus pada Pengembangan Jangka Panjang

Meski beberapa pemain muda telah menunjukkan performa yang menjanjikan, Carlos Pena tetap menjaga fokus pada pengembangan jangka panjang. Ia menilai bahwa pemain muda masih membutuhkan waktu untuk berkembang secara teknis dan mental. Oleh karena itu, ia tidak ingin terburu-buru dalam mempertimbangkan panggilan ke Timnas Indonesia U-20 untuk Zulfan.

Persiapan Menghadapi Laga Berikutnya

Dalam persiapan menghadapi laga melawan Persebaya, Carlos Pena memastikan bahwa seluruh pemain dalam kondisi optimal. Meski ada beberapa pemain yang mengalami cedera, ia tetap percaya pada kemampuan tim untuk meraih hasil maksimal.

Kesimpulan

Dengan pendekatan yang konsisten terhadap pemain muda, Persita berusaha membangun sebuah tim yang solid dan kompetitif. Kehadiran pemain-pemain seperti Zulfan, Evan, dan Aep menjadi bukti bahwa klub memiliki visi jangka panjang dalam membentuk generasi penerus yang tangguh. Dengan dukungan pelatih dan sistem pembinaan yang baik, Persita terus berkomitmen untuk menciptakan masa depan yang cerah.

Related posts