Evaluasi Performa Raymond/Joaquin Setelah Tiga Turnamen BWF World Tour di Eropa
Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, telah menyelesaikan tiga turnamen BWF World Tour yang berlangsung di Eropa. Dalam perjalanan tersebut, mereka menghadapi berbagai tantangan dan mendapatkan banyak pelajaran penting.
Hasil dari Tiga Turnamen
Turnamen pertama yang diikuti oleh Raymond/Joaquin adalah All England 2026, yang merupakan turnamen Super 1000. Di sana, mereka berhasil membuat kejutan dengan menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang mampu melaju ke babak semifinal. Sayangnya, mereka gagal melanjutkan perjalanan ke final setelah kalah dari pasangan Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Sung-jae, dengan skor 19-21, 13-21.
Setelah itu, Raymond/Joaquin menghadapi kesulitan dalam menjaga konsistensi. Di Swiss Open 2026, turnamen Super 300, mereka langsung tersingkir di babak 32 besar setelah kalah dari wakil Taiwan, Chen Cheng-kuan/Chen Sheng-fa, dengan skor 17-21, 17-21.
Terbaru, Raymond/Joaquin terhenti di babak perempat final Orleans Masters 2026 setelah dikalahkan wakil Denmark, Christian Faust Kjaer/Rasmus Kjaer, dengan skor 18-21, 21-12, 14-21.
Pelajaran yang Didapat
Dari tiga turnamen tersebut, Raymond/Joaquin mengaku mendapat banyak pelajaran. Salah satunya adalah soal adaptasi terhadap perubahan situasi lapangan. Raymond, yang lahir pada 24 April 2004, menyebutkan bahwa mereka harus cepat beradaptasi dengan kondisi shuttlecock yang berbeda dibandingkan saat All England dan Swiss Open.
“Kami belum bisa cepat menyesuaikan terutama di sini dengan kondisi shuttlecock yang benar-benar berbeda dengan saat All England dan Swiss Open,” ujar Raymond.
Selain itu, Joaquin juga menyoroti pentingnya kontrol emosi. Ia menyatakan bahwa mereka harus belajar mengontrol emosi selama tur Eropa yang terdiri dari tiga turnamen.
“Kami harus belajar kontrol emosi. Tidak mudah menjalani tur Eropa yang tiga turnamen ini terutama dari segi menjaga fokus pikirannya. Ini harus dikuatkan lagi,” tambah Joaquin.
Persiapan untuk Kejuaraan Asia 2026
Setelah menyelesaikan tiga turnamen di Eropa, Raymond/Joaquin akan segera tampil di Badminton Asia Championships 2026 atau Kejuaraan Asia yang diselenggarakan di Ningbo, China, pada 7-12 April mendatang. Tahun ini menjadi edisi perdana bagi pasangan ini tampil di Kejuaraan Asia.
Besar harapan, Raymond/Joaquin dapat menampilkan performa terbaiknya seperti saat berhasil menjuarai Australia Open 2025 atau mengulang kejutan All England 2026. Mereka diharapkan mampu memperbaiki kelemahan yang ada dan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pertandingan berikutnya.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.






