Pengelolaan arus balik Lebaran 2026 menjadi fokus utama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Untuk mengurangi beban kepadatan lalu lintas di jalur utama, pihak berwenang memanfaatkan dua jalur alternatif yang telah disiapkan, yaitu Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan (Japek II Selatan) dan Bocimi. Kedua jalur ini dirancang untuk menampung lonjakan kendaraan dari wilayah Jawa Barat serta membantu distribusi arus lalu lintas secara lebih merata.
Menurut data distribusi kendaraan, sekitar 30 hingga 35 persen arus balik berasal dari Jawa Barat. Hal ini mendorong penguatan jalur alternatif agar tidak terjadi penumpukan di ruas tol utama. Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa Japek II Selatan telah melalui uji coba dan siap digunakan saat puncak arus balik. “Dari Jawa Barat, solusinya cukup strategis karena Japek II Selatan sudah kami uji coba,” ujar Agus dalam pernyataannya di Command Center Korlantas Polri, Cikampek, Ahad (22/3/2026).
Ruas Japek II Selatan akan dibuka dari Sadang hingga Setu untuk meningkatkan kapasitas jalan. Jalur ini diharapkan mampu menangani lonjakan kendaraan dari arah selatan Jawa Barat. Selain itu, Bocimi juga dipersiapkan sebagai pendukung utama pengelolaan arus balik. Integrasi antara kedua ruas ini diharapkan dapat mengurangi tekanan di jalur utama.
“Dari Jawa Barat sudah ada Japek II Selatan, itu sangat membantu, termasuk Bocimi,” tambah Agus. Korlantas Polri tetap mengombinasikan strategi ini dengan rekayasa lalu lintas lain seperti one way dan contraflow. Pengaturan dilakukan berdasarkan pemantauan volume kendaraan di lapangan.
Arus balik dari Trans Jawa diperkirakan mencapai sekitar 66 persen. Arus ini berpotensi bertemu dengan kendaraan dari Jawa Barat di beberapa titik rawan kepadatan. “Dari Trans Jawa kurang lebih hampir 66 persen. Ini yang harus kita kelola,” ucap Agus.
Selain itu, Korlantas juga mengantisipasi lonjakan mobilitas pasca-Lebaran. Pergerakan antarwilayah seperti Jabodetabek, Solo Raya, Semarang Raya, hingga Bali diprediksi meningkatkan tekanan lalu lintas. Untuk itu, pengamanan dilakukan melalui pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Pengawasan difokuskan di kawasan wisata dan pelabuhan untuk mencegah kemacetan.
Strategi pengelolaan arus balik dilakukan secara fleksibel sesuai kondisi di lapangan. Pengendalian arus balik dilakukan secara terpadu untuk menjaga kelancaran perjalanan. Dengan kombinasi jalur alternatif dan skema rekayasa lalu lintas, Korlantas berupaya memastikan perjalanan para pemudik berjalan lancar dan aman.
Beberapa langkah penting yang dilakukan Korlantas Polri antara lain:
- Pemanfaatan jalur alternatif:
- Japek II Selatan dibuka dari Sadang hingga Setu.
-
Bocimi disiapkan sebagai pendukung pengelolaan arus balik.
-
Rekayasa lalu lintas:
- Penerapan one way dan contraflow.
-
Pengaturan berbasis pemantauan volume kendaraan di lapangan.
-
Pengamanan dan pengawasan:
- Pemasangan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu.
-
Fokus pada kawasan wisata dan pelabuhan.
-
Antisipasi lonjakan mobilitas:
- Pergerakan antarwilayah seperti Jabodetabek, Solo Raya, Semarang Raya, dan Bali.
- Prediksi peningkatan tekanan lalu lintas.
Dengan strategi yang terencana dan fleksibel, Korlantas Polri berkomitmen untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama masa arus balik Lebaran 2026.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







