Kebakaran Hebat di Samarinda, Tidak Ada Korban Jiwa
Musibah kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Sutra Kembang, Gang HM Senang RT 17, Kelurahan Kampung Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, pada Minggu (22/3/2026) dini hari dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa. Rasa syukur diucapkan oleh Komandan Posko 5 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda, M. Fadli, setelah berhasil mengendalikan api bersama jajarannya dan relawan di lokasi kejadian.
Kronologi Kebakaran
Menurut informasi yang diberikan, peristiwa ini terjadi tepat saat warga sedang merayakan hari pertama Idulfitri 1447 Hijriah. Kejadian bermula sekitar pukul 00.20 WITA. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kobaran api baru berhasil kita kuasai sepenuhnya selama kurang lebih 45 menit,” ujar Fadli.
Berdasarkan data sementara, amukan si jago merah berhasil menghanguskan dua unit rumah tunggal. Akibat musibah ini, sebanyak dua kepala keluarga (KK) atau total sembilan jiwa harus kehilangan tempat tinggal tepat di hari raya.
Meski tidak ada korban jiwa, dampak asap tebal di lokasi kejadian menyebabkan sejumlah orang harus mendapatkan penanganan medis. “Tercatat ada enam orang yang mengalami sesak napas (asfiksia), tiga orang warga, dua relawan, dan satu petugas Disdamkarmat. Semua korban langsung ditangani oleh tim medis di lokasi kejadian,” tambahnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebakaran di kawasan padat penduduk dapat menimbulkan dampak luas, tidak hanya kerugian materi tetapi juga risiko kesehatan bagi warga sekitar.
Kendala Pemadaman di Lapangan
Proses pemadaman melibatkan sedikitnya 11 unit fire truck milik Disdamkarmat dan PMK swasta, serta 21 mesin portable milik relawan. Meski begitu, petugas di lapangan sempat menghadapi beberapa kendala. Banyaknya warga yang datang menonton menjadi salah satu hambatan, selain keterbatasan sumber air di lokasi kejadian.
“Petugas sempat kesulitan karena sumber air yang terbatas di sekitar lokasi, ditambah lagi banyaknya warga yang datang menonton sehingga menghambat akses mobil tangki,” kata Fadli.
Pemadaman juga memperlihatkan sinergi dari berbagai unsur, mulai dari relawan Samarinda dan Loa Janan (Kukar), Disdamkarmat, BPBD, PMI, hingga jajaran TNI-Polri seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satlantas, dan Sat Brimob Polda Kaltim.
Dugaan Penyebab Kebakaran
Pantauan di lapangan hingga pukul 01.40 WITA menunjukkan situasi telah dinyatakan aman dan terkendali. Lokasi kebakaran telah dipasang garis polisi untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dugaan sementara menyebutkan bahwa api muncul akibat arus pendek listrik atau korsleting. Namun demikian, Satreskrim Polresta Samarinda bersama Polsek Samarinda masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
“Nanti yang menjelaskan dari polisi terkait apa penyebab kebakaran,” tutup Fadli.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







