Kebakaran Pabrik Mobil Korea, 11 Tewas

Kebakaran Pabrik Mobil Korea, 11 Tewas

Kebakaran Pabrik Suku Cadang Mobil di Daejeon, Korea Selatan

Kebakaran hebat terjadi di sebuah pabrik suku cadang mobil di Daejeon, Korea Selatan, pada Jumat (20/3/2026). Insiden ini menewaskan sedikitnya 11 orang dan menyebabkan tiga lainnya hilang. Saat kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 waktu setempat, sekitar 170 pekerja berada di dalam gedung. Api menyebar dengan cepat hingga menghasilkan asap tebal yang membumbung ke langit. Banyak dokumentasi menunjukkan para pekerja melompat dari lantai atas untuk menghindari kobaran api.

Seorang pejabat dari kementerian dalam negeri yang menangani kebakaran dan bencana lainnya menyampaikan bahwa 11 orang tewas dan 25 lainnya mengalami luka serius. Selain itu, 34 orang mengalami luka ringan, sementara tiga orang masih hilang.

Bahan Kimia Reaktif di Dalam Pabrik

Sekitar 200 kilogram bahan kimia reaktif ditemukan di dalam pabrik tersebut. Kantor berita Korea Selatan Yonhap melaporkan bahwa lokasi itu menyimpan natrium, yang dapat meledak jika tidak ditangani dengan benar. Lebih dari 500 petugas pemadam kebakaran, polisi, dan personel darurat dikerahkan untuk memadamkan api dan melakukan operasi penyelamatan. Awalnya, petugas pemadam kebakaran tidak dapat memasuki pabrik karena risiko bangunan runtuh. Akibatnya, mereka fokus mencegah api menyebar ke fasilitas di sekitarnya dan mengevakuasi bahan kimia berbahaya.

Pemadaman api berhasil dilakukan pada pukul 23.48, seperti yang dinyatakan oleh Kementerian Keselamatan pada Sabtu (21/3/2026).

Ledakan dan Korban Hilang

Saksi mata melaporkan adanya ledakan saat kebakaran terjadi. Nam Deuk-woo, kepala pemadam kebakaran di distrik Daedeok, mengatakan beberapa korban luka mengalami sesak akibat menghirup asap, sementara yang lainnya terluka setelah melompat dari gedung. Penyebab kebakaran masih belum diketahui, meskipun adanya laporan ledakan dari saksi mata.

Pencarian korban hilang dimulai Jumat malam setelah pejabat mengerahkan robot pemadam kebakaran tanpa awak untuk mendinginkan bangunan dan melakukan pemeriksaan keselamatan. Nam mengatakan satu jenazah ditemukan di lantai dua, sementara sembilan lainnya ditemukan di tempat yang diyakini sebagai pusat kebugaran di lantai tiga.

Hingga Sabtu pagi, tim penyelamat telah menyisir seluruh area pabrik yang dapat diakses. Menurut Nam, para korban yang masih hilang kemungkinan terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang runtuh.

Angka Kematian di Tempat Kerja di Korea Selatan

Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, telah memerintahkan para pejabat untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia, termasuk personel dan peralatan, dalam operasi penyelamatan. Lee juga menyerukan peningkatan perlindungan bagi para pekerja di negara tersebut, setelah lebih dari 10 ribu orang dilaporkan tewas saat bekerja sepanjang 2000-2024.

Pada 2024, kebakaran di pabrik baterai litium Aricell di Hwaseong menewaskan sedikitnya 22 orang, dengan sebagian besar korban adalah warga China. Ini menjadi salah satu kebakaran industri terburuk di Korea Selatan, dan CEO Aricell dijatuhi hukuman 15 tahun penjara pada September 2025. Dalam putusannya, Pengadilan Negeri Suwon menyatakan bahwa perusahaan lebih mengutamakan keuntungan dibandingkan keselamatan pekerja.

Related posts