Kosta Rika Ekstradisi Mantan Menteri ke AS Diduga Selundupkan Narkoba

Kosta Rika Ekstradisi Mantan Menteri ke AS Diduga Selundupkan Narkoba

Kosta Rika Mengizinkan Kapal Penjaga Pantai AS Berlabuh

Pada bulan Desember 2025, Kosta Rika memperbolehkan kapal penjaga pantai Amerika Serikat (AS) untuk berlabuh di negaranya. Tujuan dari pengizinan ini adalah untuk menangani penyelundupan narkoba yang semakin marak. Kapal AS akan ditugaskan di Kosta Rika sebagai bagian dari upaya bersama dalam melawan aktivitas ilegal tersebut.

Tuduhan terhadap Mantan Menteri Keamanan

Ekstradisi mantan Menteri Keamanan Kosta Rika, Celso Gamboa ke AS didasarkan pada tuduhan bahwa ia menjadi otak dari penyelundupan narkoba di wilayah tersebut. Eks menteri keamanan ini disebut telah memfasilitasi pengiriman kokain dari Kolombia ke AS melalui jalur Kosta Rika.

Gamboa juga dituduh menggunakan jaringan di dalam pemerintahan Kosta Rika untuk menerima informasi investigasi anti-narkoba dan menjualnya ke penyelundup narkoba lainnya. Selain itu, ia dituding terlibat dalam pencucian uang melalui firma hukum miliknya dan klub sepak bola.

Ekstradisi Pertama Kosta Rika ke AS

Selain Gamboa, Kosta Rika juga sudah mengekstradisi rekan dari Gamboa, yakni Edwin Danney Lopez Vega alias Pecho de Rata. Langkah ini menjadi ekstradisi pertama yang dilakukan pemerintah Kosta Rika ke AS setelah reformasi konstitusional pada Mei 2025.

Gamboa pernah menjabat sebagai menteri pada tahun 2014 dan kemudian menjadi hakim di Mahkamah Agung Kosta Rika. AS menudingnya memanfaatkan jabatan tersebut untuk membantu penyelundupan yang dilakukan oleh Lopez Vega.

Aksi Militer AS di Pesisir Kosta Rika

Pada saat yang sama, Komando Selatan Militer AS mengumumkan keberhasilan menembak kapal boat yang diduga membawa narkoba di pesisir Kosta Rika. Aksi ini mengakibatkan tiga orang selamat.

Menurut pernyataan mereka, intelijen mengonfirmasi adanya kapal boat yang transit di sepanjang rute penyelundupan narkoba di Pasifik dan terlibat dalam penyelundupan narkoba. Tiga terduga penyelundup narkoba berhasil selamat dalam serangan tersebut.

Perubahan Hubungan Diplomatik dengan Kuba

Kosta Rika juga mengambil langkah penting dengan memutus hubungan diplomatik dengan Kuba. Langkah ini dilakukan karena kekhawatiran akan ancaman terhadap keamanan negara. Kosta Rika menyebut ada rencana pembunuhan terhadap presiden, sehingga membuat mereka lebih waspada terhadap situasi politik internasional.

Kosta Rika Menyusul El Salvador dalam Pembangunan Penjara Raksasa

Selain itu, Kosta Rika juga mempertimbangkan untuk membangun penjara raksasa seperti yang dilakukan oleh El Salvador. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan terhadap para tahanan dan mengurangi kejahatan yang dilakukan oleh kelompok kriminal.

Kesimpulan

Kosta Rika kini sedang berada di tengah-tengah perubahan besar dalam hal kebijakan luar negeri dan keamanan. Dari ekstradisi mantan pejabat ke AS hingga pengambilan keputusan untuk memutus hubungan dengan Kuba, negara ini menunjukkan komitmennya untuk melawan penyelundupan narkoba dan menjaga stabilitas nasional. Dengan kolaborasi dengan AS dan langkah-langkah tegas terhadap ancaman keamanan, Kosta Rika berusaha membangun lingkungan yang lebih aman bagi warganya.

Related posts