Kuba: Tidak Ada Perubahan Pemerintahan Meski Tekanan AS

Kuba: Tidak Ada Perubahan Pemerintahan Meski Tekanan AS

Penolakan Kuba terhadap Permintaan AS untuk Mengganti Pemimpin

Duta Besar Kuba di PBB, Ernesto Soberon Guzman, menolak permintaan Amerika Serikat (AS) untuk mengganti Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel. Penggantian pemimpin tersebut disebut sebagai syarat dari perbaikan hubungan antara kedua negara.

“Jika seseorang berniat menginvasi Kuba atau jika seseorang mencoba melancarkan serangan ke Kuba, mereka akan seluruh rakyat Kuba untuk mempertahankan kedaulatan, kemerdekaan, tanpa melihat seberapa besar biayanya,” ujarnya.

Sebelumnya, Diaz-Canel telah mengumumkan bahwa Kuba sudah mengadakan negosiasi tahap awal dengan AS. Dialog ini bertujuan untuk mengatasi krisis energi di negara Karibia itu akibat blokade AS.

Pemerintahan Kuba Bukan Subjek Negosiasi

Wakil Menteri Luar Negeri Kuba, Carlos Fernandez de Cossio, memastikan bahwa sistem politik Kuba tidak menjadi subjek negosiasi dengan AS. Selain itu, tidak ada perubahan kepemimpinan di negaranya.

“Ya, saya mengonfirmasi bahwa sistem politik Kuba tidak jadi subjek negosiasi ataupun perubahan presiden dan posisi di pemerintahan lainnya. Ini berlaku tidak hanya bagi AS, tapi juga negosiasi dengan negara lain,” paparnya.

De Cossio menyebut bahwa permintaan Washington itu tidak dapat diterima oleh Havana. Sebab, langkah itu sama dengan menghapus kemerdekaan dan kedaulatan Kuba.

Kuba Bersedia Kembali Berdialog dengan AS

Meskipun menolak permintaan tersebut, De Cossio menyatakan Kuba akan terus berdialog dengan AS. Ia menyatakan akan mendorong keuntungan bersama bagi kedua negara, termasuk bekerja sama melawan penyelundupan narkoba dan kriminal terorganisir.

De Cossio menyampaikan keyakinannya, AS akan menghormati hubungan dengan Kuba. Meskipun, kedua negara memiliki pandangan dan paham yang berbeda karena Kuba bukanlah ancaman bagi AS.

Komando Selatan AS Pastikan Tidak Ada Invansi ke Kuba

Pemimpin Komando Selatan AS, Francis Donovan, mengungkapkan bahwa tidak ada rencana untuk merebut Kuba secara paksa. Ia memastikan bahwa Washington hanya akan mengirimkan tentara ke Kuba jika terdapat ancaman bagi keamanan AS dan pangkalan di Guantanamo hanya untuk mempertahankan diri.

Sementara itu, survei dari The Economist dan YouGov menyebut bahwa separuh dari warga AS atau 53 persen menolak skenario invasi ke Kuba. Namun, sebanyak 23 persen responden mengaku setuju jika pemerintahan Presiden AS, Donald Trump mengubah pemerintahan Kuba secara paksa.

Perubahan Hubungan Diplomatik dengan Kuba

Kosta Rika Putuskan Sepihak Hubungan Diplomatik dengan Kuba

Rusia Kirim Minyak ke Kuba Meski Diblokade AS

Warga AS Keturunan Kuba Desak Kompensasi Penyitaan Properti




Related posts