Strategi Korlantas Polri untuk Menghadapi Arus Balik Lebaran 2026
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah menyiapkan skema one way bertahap dari KM 414 hingga KM 70 untuk menghadapi arus balik Lebaran 2026. Skema ini dirancang untuk meredam lonjakan kendaraan yang diprediksi akan meningkat, terutama dari jalur Tol Trans Jawa.
Lonjakan kendaraan selama arus mudik menjadi dasar perhitungan Korlantas. Volume kendaraan mencapai 258 ribu pada puncak mudik, dan diperkirakan meningkat lagi saat arus balik. Kondisi ini menunjukkan bahwa arus balik akan lebih padat dengan dominasi kendaraan dari arah Trans Jawa.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa skema one way akan diberlakukan secara bertahap mulai 23 Maret. “Jika diperlukan, kami akan melakukan one way lokal tahap pertama dari KM 414 menuju KM 70,” ujar Agus.
Korlantas menyiapkan dua tahap penerapan skema one way. Tahap awal akan berlaku hingga KM 263 Pejagan, lalu diperpanjang ke KM 70 jika arus kendaraan masih tinggi. “Kemungkinan kami bagi dua tahap. Tahap awal sampai Pejagan KM 263. Jika di titik itu bangkitan arus masih tinggi, akan diperpanjang hingga KM 70,” jelas Agus.
Pengaturan lalu lintas dilakukan secara fleksibel mengikuti kondisi di lapangan. Titik KM 70 menjadi krusial karena penyempitan jalur yang berpotensi memicu kemacetan. Untuk mengurangi kepadatan, Korlantas juga menyiapkan kontraflow di arah Jakarta. Skema ini akan diterapkan dari KM 70 hingga KM 55 atau KM 36 sesuai volume kendaraan.
“Di KM 70 terjadi penyempitan, lalu kembali melebar ke arah KM 36 menuju Jakarta. Di titik itu kami siapkan kontraflow,” tutur Agus.
Distribusi kendaraan menjadi perhatian utama. Sekitar 66 persen arus diperkirakan berasal dari Trans Jawa, sementara 30 hingga 35 persen dari Jawa Barat. Untuk mengurangi beban, Korlantas menyiapkan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan sebagai jalur alternatif saat puncak arus balik. “Dari Trans Jawa kurang lebih hampir 66 persen. Ini yang harus kita kelola,” kata Agus.
Selain itu, Korlantas juga mewaspadai lonjakan aglomerasi pasca-Lebaran. Pergerakan antarwilayah seperti Jabodetabek, Solo Raya, hingga Bali diprediksi menambah kepadatan. “Besok akan terjadi kepadatan akibat aglomerasi,” ujar Agus.
Evaluasi arus mudik menunjukkan bahwa lalu lintas relatif terkendali. Penurunan angka kecelakaan dan fatalitas menjadi indikator pengendalian yang efektif. Korlantas memastikan rekayasa lalu lintas diterapkan secara dinamis. Petugas disiagakan di berbagai titik untuk menjaga kelancaran arus balik.
Tindakan Pemantauan dan Pengamanan
Untuk memastikan kelancaran arus balik, Korlantas melakukan pemantauan intensif melalui sistem teknologi dan petugas di lapangan. Pemantauan dilakukan secara real-time untuk mengetahui perkembangan arus lalu lintas dan segera mengambil tindakan jika diperlukan.
Petugas juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang skema one way dan kontraflow agar masyarakat dapat memahami dan mematuhi aturan yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk menghindari kesalahpahaman dan membantu masyarakat dalam mengatur perjalanan mereka.
Selain itu, Korlantas bekerja sama dengan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi cuaca dan kondisi jalan. Informasi ini sangat penting untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan lalu lintas akibat cuaca buruk atau perbaikan jalan.
Penggunaan media sosial dan aplikasi digital juga dimanfaatkan untuk memberikan informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh akses cepat dan akurat terhadap informasi lalu lintas.
Kesimpulan
Strategi one way dan kontraflow yang diterapkan oleh Korlantas Polri merupakan langkah penting untuk menghadapi arus balik Lebaran 2026. Dengan pendekatan yang fleksibel dan pengawasan yang ketat, Korlantas berupaya memastikan kelancaran lalu lintas dan keselamatan berkendara. Dengan kerja sama yang baik antara pihak berwenang dan masyarakat, harapan besar dipegang bahwa arus balik dapat berjalan lancar dan aman.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







