Lebaran 2026: 10 Juta Orang Mudik dengan Transportasi Umum

Lebaran 2026: 10 Juta Orang Mudik dengan Transportasi Umum

Peningkatan Jumlah Penumpang Angkutan Umum Selama Mudik Lebaran 2026

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatatkan jumlah penumpang angkutan umum yang meninggalkan Jakarta selama periode H-8 hingga H-1 Lebaran tahun 2026 mencapai 10.003.583 orang. Angka ini mengalami pertumbuhan sebesar 9,23% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang hanya mencapai 9,15 juta orang.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, menyampaikan bahwa tren kenaikan terjadi di hampir semua moda transportasi. Sektor penyeberangan menjadi yang paling signifikan dengan pertumbuhan sebesar 14,78%, totalnya mencapai 2,48 juta penumpang. Diikuti oleh moda perkeretaapian yang tumbuh sebesar 13,22% menjadi 2,98 juta orang.

Sementara itu, angkutan udara mencatatkan 2,19 juta penumpang, angkutan darat sebanyak 1,58 juta orang, dan angkutan laut sebanyak 761.993 orang.

Titis menjelaskan bahwa hingga H-1 Lebaran, sepuluh juta orang telah melakukan perjalanan mudik menggunakan angkutan umum. Pada puncak arus mudik H-1 (20 Maret 2026), sebanyak 915.635 orang berangkat. Pergerakan ini didominasi oleh penumpang kereta api sebanyak 302.823 orang dan angkutan udara domestik sebanyak 161.598 orang.

Selain itu, pergerakan kendaraan pribadi juga terpantau padat di berbagai titik. Pada H-1, tercatat 117.016 unit kendaraan keluar dari gerbang Tol Jakarta. Sementara total pergerakan kendaraan di gerbang Tol Jabodetabek mencapai 248.349 unit. Di jalur arteri, volume kendaraan yang keluar dari Jabodetabek bahkan menyentuh angka 474.454 unit.

Tingkat Ketepatan Waktu Operasional Transportasi

Dari sisi kinerja operasional, Kemenhub melaporkan tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) yang cukup terjaga. Moda perkeretaapian antarkota memimpin dengan OTP sebesar 98,20%, disusul angkutan laut dengan 95,70%, dan udara domestik sebesar 85,79%. Namun, sektor penyeberangan mencatatkan OTP paling rendah di angka 63,19% pada H-1 akibat kepadatan volume kendaraan di pelabuhan.

Persiapan Arus Balik

Memasuki periode pasca-Lebaran, pemerintah mulai mengalihkan fokus pada penanganan arus balik. Titis menyampaikan bahwa puncak arus balik diperkirakan akan jatuh pada 24 Maret 2026 (H+3). Masyarakat diminta waspada terhadap potensi kepadatan di simpul-simpul transportasi utama pada tanggal tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik lebih awal, menghindari waktu-waktu puncak, serta mempertimbangkan alternatif jadwal perjalanan guna mengurangi kepadatan serta memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman,” ujar Titis.

Selain pengaturan waktu, Titis menekankan pentingnya kesiapan fisik dan kendaraan bagi masyarakat yang menggunakan moda pribadi maupun umum. “Kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan juga menjadi kunci dalam menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan selama arus balik Lebaran 2026,” tutupnya.

Related posts