Suasana Berbeda di Taman Kota Sampit Saat Ramadan
Pada Minggu (22/3/2026) pagi, suasana di Taman Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terlihat jauh berbeda dari biasanya. Kebiasaan Car Free Day (CFD) yang selama ini rutin digelar setiap hari Minggu pagi, kali ini tidak berlangsung. Kawasan yang terletak di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan MB Hulu, Kecamatan MB Ketapang, tampak lengang dan tidak ramai seperti biasanya.
Biasanya, kawasan ini menjadi tempat favorit bagi warga untuk berolahraga, bersantai, atau mencari jajanan. Namun, pada hari itu, jumlah pengunjung sangat sedikit. Beberapa warga masih terlihat datang, tetapi aktivitasnya tidak seheboh biasanya. Hal ini diduga karena kegiatan CFD masih belum kembali diaktifkan setelah libur Ramadan dan Idulfitri.
Penghentian Sementara CFD Selama Ramadan
Sebagaimana diketahui, setiap minggu pagi kawasan Taman Kota Sampit ditutup untuk kendaraan bermotor dalam rangka CFD. Namun, selama bulan Ramadan, kegiatan tersebut diliburkan sementara. Dijadwalkan kembali berjalan setelah Lebaran 2026.
Steven, salah satu warga Sampit, mengaku merasakan perbedaan yang cukup signifikan tanpa adanya aktivitas CFD. “Biasanya ramai sekali, banyak pedagang juga. Sekarang terasa sepi, jadi agak berbeda suasananya,” ujarnya. Ia menilai bahwa keberadaan pedagang dan keramaian pengunjung menjadi daya tarik utama CFD di kawasan tersebut.
Saputra, warga lainnya, menyampaikan pendapat yang senada. Namun, ia justru menikmati kondisi taman yang lebih tenang dari biasanya. “Cukup enak juga kalau sedikit aktivitas seperti ini, jadi yang olahraga bisa lebih bebas dan tidak terlalu ramai,” katanya.
Penyesuaian dengan Aktivitas Masyarakat Selama Ramadan
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim, Raihansyah, menjelaskan bahwa penghentian sementara CFD merupakan bentuk penyesuaian dengan aktivitas masyarakat selama bulan Ramadan. Program hari bebas kendaraan bermotor di kawasan tersebut sendiri mulai diterapkan sejak September 2024 dan diresmikan langsung oleh Bupati Kotim, Halikinnor.
Program ini bertujuan untuk memberikan ruang interaksi dan pusat aktivitas akhir pekan bagi warga Kota Sampit. Kini, warga pun menantikan kembali digelarnya CFD sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.
Perkembangan dan Harapan Warga
Meski saat ini suasana Taman Kota Sampit terasa lebih sepi, para warga berharap agar kegiatan CFD dapat segera kembali berjalan. Bagi sebagian orang, CFD bukan hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi momen sosial yang dinikmati oleh berbagai kalangan.
Beberapa warga menyatakan bahwa mereka merindukan kebiasaan lama, yakni ketika kawasan tersebut penuh sesak dengan aktivitas. Namun, ada juga yang mengapresiasi kondisi yang lebih tenang, terlebih bagi mereka yang ingin berolahraga tanpa gangguan.
Kesimpulan
Perubahan dalam aktivitas CFD selama Ramadan memang menjadi hal yang wajar, mengingat penyesuaian dengan kebutuhan masyarakat. Meskipun saat ini kawasan Taman Kota Sampit terlihat lengang, harapan besar tetap dipegang oleh warga agar program ini kembali berjalan secara normal setelah Lebaran. Dengan begitu, Taman Kota Sampit akan kembali menjadi tempat yang dinamis dan penuh kehidupan.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







