Omesh dan Hesti Purwadinata Kenang Kenangan di Surabaya: Rasa Kuliner dan Tradisi Lebaran

Omesh dan Hesti Purwadinata Kenang Kenangan di Surabaya: Rasa Kuliner dan Tradisi Lebaran

Kembali ke Surabaya, Podkesmas Berbagi Kenangan dan Rekomendasi Kuliner

Personel Podkesmas menghadirkan pengalaman unik melalui live podcast di Tunjungan Plaza Surabaya. Acara ini menjadi ajang untuk berbagi kenangan serta membahas berbagai topik menarik, termasuk kuliner dan tradisi Lebaran yang khas.

Kenangan Pernikahan di Kota Pahlawan

Ananda Omesh, salah satu anggota Podkesmas, mengungkapkan bahwa Surabaya memiliki peran penting dalam hidupnya. Ia mengenang momen pernikahannya di Masjid Agung Surabaya pada tahun 2012, sebuah peristiwa yang menjadi ikatan emosional dengan kota tersebut. “Pernikahan kami di Surabaya. Surabaya begitu luar biasa. Kota yang sangat dekat dengan saya,” ujar Omesh saat hadir dalam acara “Kembali ke Matahari” di Atrium Tunjungan Plaza.

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa kota ini menjadi tempat istri tercintanya, Dian Ayu Lestari, dibesarkan. Mereka sering membagikan momen mudik ke Surabaya, menjadikannya sebagai tempat yang penuh makna.

Rekomendasi Kuliner Favorit

Dalam acara tersebut, para personel Podkesmas juga berbagi pengalaman mereka selama menjelajahi kuliner lokal Surabaya. Hesti Purwadinata, misalnya, menunjukkan antusiasme besar terhadap makanan khas kota tersebut. Ia bahkan mengunggah pertanyaan di media sosial tentang rekomendasi mie ayam enak di Surabaya.

“Aku udah nge-threads mie ayam terenak di Surabaya di mana, pengen makan mie ayam, dan itu (muncul) banyak banget (rekomendasi),” ujar Hesti.

Berikut beberapa kuliner Surabaya yang menjadi perbincangan mereka:

  • Mie ayam
  • Bebek Sinjay
  • Soto Cak Har
  • Rawon Setan
  • Rawon Kalkulator
  • Padin

Omesh juga menemukan kesamaan unik dari nama-nama tempat makan populer di Surabaya. “Menemukan persamaan kuliner di Surabaya. Kebanyakan menggunakan nama seseorang,” katanya dengan senyum.

Tradisi Lebaran dan Kampanye Fashion

Selain kuliner, acara ini juga membahas nostalgia menjelang Lebaran, terutama tradisi mencari baju baru bersama keluarga. Bagi Hesti dan Omesh, pengalaman tersebut menyimpan banyak kenangan yang membuat mereka tertarik terlibat dalam kampanye “Kembali ke Matahari”.

Melalui kolaborasi ini, keduanya dipercaya untuk mengurasi koleksi fashion yang merepresentasikan gaya keluarga modern Indonesia. “Sekarang Matahari seperti mengembalikan memori ke masa lalu, koleksinya juga stylish, kekinian banget, barrel pants. Yang aku pilih, aku kurasi sendiri, sesuai gaya ku,” ucap Hesti.

Di sisi lain, Omesh lebih condong pada gaya minimalis dengan nuansa warna bumi atau earth tone. Ia menambahkan, bahwa koleksi pria didominasi warna-warna kalem seperti krem, putih, cokelat dan hijau agar mudah dipadupadankan. “Aku suka yang simpel, santai. Yang penting bisa dipakai Lebaran, tapi juga cocok untuk kerja atau nongkrong. Jadi nggak cuma dipakai sekali,” terang Omesh.


Related posts