Kepadatan Kendaraan di Jalan Wisata Pantai Pangandaran
Hari ketiga libur lebaran, Senin (23/3/2026), jalan wisata Pantai Pangandaran mengalami kepadatan kendaraan yang signifikan. Pada pukul 11.00 WIB hingga sore hari, kendaraan roda empat di jalan simpang Ajo sekitar pos 3 hingga pos 5 atau Sunset Pangandaran mengalami kemacetan berjam-jam. Selain itu, kendaraan roda empat maupun roda dua terlihat mengular di pintu masuk utama pantai barat dan Pantai Timur Pangandaran.
Satlantas Polres Pangandaran bersiaga mengamankan jalur-jalur utama atau jalur arteri. Seorang wisatawan asal Bandung, Agus (45) mengaku sudah cukup lama mengantre di pintu masuk pantai barat Pangandaran. Ia menyebutkan bahwa perjalanan dari Bandung memakan waktu 10 jam, dan setelah tiba di Pangandaran, ia terjebak dalam kemacetan selama 2 jam, sehingga total perjalanan mencapai 12 jam.
Tidak hanya di Pantai Barat, kendaraan roda empat juga mengalami stuck berjam-jam di Pantai Timur Pangandaran. Petugas Satlantas Polres Pangandaran menyiagakan personel untuk pengamanan di jalur-jalur utama atau jalur arteri.
“Hari ketiga ini, kami fokus di jalur arteri dengan membagi anggota menjadi tim urai di sekitar Pancimas dan Bundaran Marlin,” kata Kasat Lantas Polres Pangandaran, AKP Yudi Risnandar.
Sebelumnya, kepadatan kendaraan terlihat jelas di pintu masuk Pantai Barat Pangandaran yang menjadi satu destinasi favorit wisatawan. Sejak dini hari hingga pukul 11.50 WIB, kendaraan roda dua maupun roda empat memadati jalur utama menuju kawasan pantai. Antrean kendaraan bahkan mengular hingga kawasan Bundaran Marlin Pangandaran.
Mayoritas kendaraan wisatawan yang masuk terpantau berasal dari berbagai daerah dengan pelat nomor Z, D, R, dan B. Tidak hanya menuju Pantai Pangandaran, arus kendaraan pun meningkat ke sejumlah destinasi wisata lain di wilayah tersebut, seperti Pantai Batukaras, Pantai Madasari, dan objek wisata Citumang.
Di jalur arteri, petugas kepolisian tampak terus berjibaku mengatur arus lalu lintas guna mengurai kepadatan. Pengaturan dilakukan untuk memastikan kelancaran kendaraan wisatawan, baik yang menuju lokasi wisata maupun yang kembali pulang.
Kasat Lantas Polres Pangandaran, AKP Yudi Risnandar, mengatakan pada hari ketiga libur Lebaran ini pihaknya memfokuskan pengamanan di jalur-jalur utama. “Hari ketiga ini, kami fokus di jalur arteri dengan membagi anggota menjadi tim urai di sekitar Pancimas dan Bundaran Marlin,” ujar Yudi kepada Tribun Jabar di Pos Terpadu Pangandaran.
Selain itu, pihaknya menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas guna menjaga kondisi tetap aman dan terkendali. Petugas memasang rambu petunjuk di setiap persimpangan serta memberikan imbauan melalui pengeras suara di pos-pos lalu lintas. “Langkah ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses lokasi wisata sekaligus memastikan keselamatan dan kenyamanan para pengendara,” ucapnya.
Data dari Bapenda Kabupaten Pangandaran pada Senin (23/3/2026) mulai pukul 00.00 WIB sampai 09.00 WIB tercatat ada sebanyak 41.811 wisatawan. Dengan rincian 27.654 wisatawan ke objek wisata pantai Pangandaran, 6739 wisatawan ke pantai Batukaras, 2.125 wisatawan ke pantai Batuhiu, 2.805 wisatawan ke pantai Karapyak, 2.275 ke pantai Madasari, dan 213 wisatawan ke Green Canyon.
Diketahui, dalam tiga hari terakhir arus kunjungan wisata ke objek wisata pantai di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mengalami lonjakan signifikan. Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, total kendaraan yang masuk ke objek wisata sejak 21 hingga 23 Maret 2026 mencapai 105.386 unit.
Rincian data menunjukkan, pada 21 Maret 2026 jumlah kendaraan yang masuk terdiri dari 6.447 unit roda dua (R2), 2.596 unit roda empat (R4), dan 355 unit roda enam (R6). Lonjakan tajam terjadi pada 22 Maret 2026, dengan total 44.952 kendaraan roda dua, 17.973 kendaraan roda empat, dan 2.607 kendaraan roda enam. Sementara itu, pada 23 Maret 2026 hingga pukul 11.00 WIB, tercatat sebanyak 20.903 kendaraan roda dua, 8.360 kendaraan roda empat, dan 1.193 kendaraan roda enam memasuki kawasan wisata.
Secara akumulatif, jumlah kendaraan roda dua mendominasi dengan total 72.302 unit, disusul kendaraan roda empat sebanyak 28.929 unit, dan kendaraan roda enam sebanyak 4.158 unit.
Bahran Hariz adalah seorang penulis di Media Online IKABARI.







