Wall Street Naik, Teknologi dan AI Jadi Penopang Utama

Wall Street Naik, Teknologi dan AI Jadi Penopang Utama



Pasar Saham AS Naik Karena Optimisme Teknologi AI

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup dengan kenaikan pada perdagangan Selasa (24/2/2026). Penguatan ini didorong oleh reli saham teknologi, yang dipengaruhi oleh kembalinya minat investor terhadap kecerdasan buatan (AI). Optimisme ini berhasil menutupi kekhawatiran pasar mengenai potensi disrupsi yang bisa diakibatkan oleh teknologi baru.

Tiga indeks utama Wall Street mencatat kenaikan yang signifikan. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 370,44 poin atau 0,76% menjadi 49.174,50. S&P 500 menguat sebesar 0,77% ke 6.890,07, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 1,05% ke 22.863,68.

Sektor Teknologi dan Barang Konsumsi Non-Esensial Memimpin Penguatan

Penguatan pasar dipimpin oleh sektor teknologi dan barang konsumsi non-esensial. Sektor semikonduktor tampil menonjol, sejalan dengan meningkatnya selera risiko investor setelah tekanan tajam pada awal pekan.

Matthew Keator, mitra pengelola Keator Group, mengatakan bahwa pasar saat ini sedang dalam fase volatil. “Hari ini terlihat aksi beli saat harga turun,” ujarnya. Menurutnya, pasar masih mencari kepastian mengenai seberapa besar nilai tambah AI atau justru gangguan yang akan ditimbulkannya bagi berbagai industri.

Sentimen Pasar Meningkat Setelah Peluncuran Produk AI Baru

Indeks S&P Software & Services bangkit 1,3% setelah sebelumnya tertekan. Sentimen membaik usai perusahaan AI Anthropic mengumumkan peluncuran sejumlah plug-in baru untuk sektor seperti perbankan investasi dan sumber daya manusia. Produk ini dikembangkan bersama mitra, termasuk Thomson Reuters, Salesforce, dan FactSet.

Respons pasar cukup kuat. Saham FactSet melonjak 5,9%, sementara saham Thomson Reuters yang tercatat di AS naik 11,5%. Salesforce menguat 4,1% dan menjadi salah satu penopang Dow Jones.

Meski demikian, kekhawatiran soal dampak AI terhadap sektor tertentu belum sepenuhnya hilang. Beberapa industri seperti properti komersial hingga logistik sempat tertekan dalam beberapa pekan terakhir akibat kekhawatiran disrupsi teknologi.

Ketidakpastian Makro dan Isu Kebijakan Dagang

Robert Pavlik, manajer portofolio senior Dakota Wealth, mengatakan bahwa ini masih tahap awal. “Adopsi dan penerapan alat-alat AI secara luas kemungkinan masih memerlukan waktu,” katanya.

Isu makro turut menjadi perhatian. Gubernur Federal Reserve Lisa Cook menyatakan AI berpotensi meningkatkan risiko pengangguran, sementara Gubernur Fed Christopher Waller menilai dampaknya terhadap pasar tenaga kerja tidak akan signifikan. Ketidakpastian juga datang dari arah kebijakan dagang setelah Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian tarif Donald Trump, disusul ancaman penerapan bea masuk baru.

Performa Saham Individual yang Mengesankan

Dari saham individual, Home Depot naik 2% setelah melampaui perkiraan kinerja kuartal IV dan mempertahankan proyeksi tahunan. Advanced Micro Devices melesat 8,8% usai mengumumkan rencana penjualan chip AI hingga US$60 miliar kepada Meta Platforms dalam lima tahun; saham Meta naik tipis 0,3%.

Keysight Technologies melonjak 23,1% setelah memproyeksikan laba kuartal II di atas ekspektasi pasar.

Volume Transaksi dan Rasio Saham Naik-Turun

Di bursa NYSE, jumlah saham yang naik melampaui yang turun dengan rasio 2,06 banding 1. Sebanyak 464 saham mencetak level tertinggi baru, sementara 159 saham menyentuh level terendah baru. Di Nasdaq, rasio saham naik terhadap turun mencapai 2,14 banding 1.

Volume transaksi di bursa AS tercatat 17,06 miliar saham, masih di bawah rata-rata harian 20 hari terakhir sebesar 20,29 miliar saham.

Related posts