Kurangnya Guru di Kubu Raya, Dinas Pendidikan Siapkan Solusi Pengelompokan Sekolah

Kurangnya Guru di Kubu Raya, Dinas Pendidikan Siapkan Solusi Pengelompokan Sekolah

Kekurangan Tenaga Pengajar di Kubu Raya

Kepala Dinas Pendidikan Kubu Raya, Sy. Muhammad Firdaus, mengungkapkan bahwa selain permasalahan infrastruktur bangunan sekolah, pihaknya saat ini juga menghadapi tantangan besar berupa kekurangan tenaga pengajar. Ia menjelaskan bahwa setiap tahunnya, lebih dari 200 guru memasuki masa purna tugas.

“Per 4 Mei 2026 saja sudah sekitar 130 guru yang pensiun. Diperkirakan hingga akhir tahun jumlahnya bisa lebih dari 200 orang,” ujarnya pada Kamis 7 Mei 2026.

Saat ini, belum ada kebijakan rekrutmen guru baru dari pemerintah pusat. Bahkan, kebijakan yang berjalan hanya sebatas alih status dari tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pada akhir 2025 lalu, sebanyak 730 guru berhasil diangkat menjadi PPPK. Namun, masih terdapat 962 guru yang aktif mengajar tetapi belum terakomodasi dalam skema tersebut.

“Sebagian besar terkendala kelengkapan data. Dari jumlah itu, hanya sekitar sepertiga atau 300an yang terdata di Dapodik, sisanya belum,” ungkapnya.

Kondisi ini diperparah dengan adanya kebijakan terbaru dari kementerian yang hanya memberikan batas waktu hingga Desember bagi tenaga non-ASN tertentu. Untuk mengantisipasi kekurangan guru tersebut, Disdik Kubu Raya tengah menyiapkan langkah regrouping atau penggabungan sekolah menjelang tahun 2027.

Dia bilang, sekolah-sekolah dengan jumlah murid sedikit atau yang lokasinya berdekatan akan digabung menjadi satu, guna mengoptimalkan distribusi tenaga pengajar.

“Kita sedang memetakan sekolah-sekolah yang memungkinkan untuk regrouping. Bisa jadi dua atau tiga sekolah digabung menjadi satu, agar kebutuhan guru bisa saling menutupi,” jelasnya.

Ia menegaskan, langkah ini masih dalam tahap kajian dan pematangan bersama pihak terkait, dan direncanakan mulai diterapkan secara bertahap pada 2026.

“Kita berharap dengan berbagai intervensi ini, baik dari sisi sarana maupun tenaga pendidik, persoalan pendidikan di Kubu Raya bisa segera teratasi dalam beberapa tahun ke depan,” pungkasnya.

Tantangan yang Dihadapi Sekolah

Selain masalah kekurangan guru, sekolah-sekolah di Kubu Raya juga menghadapi tantangan lain seperti infrastruktur yang tidak memadai. Banyak sekolah mengalami kerusakan pada bangunan, sehingga memengaruhi kenyamanan belajar siswa dan kualitas pengajaran.

Dalam upaya mengatasi masalah ini, pihak dinas pendidikan terus berupaya mencari solusi yang efektif dan berkelanjutan. Salah satu strategi yang sedang dipertimbangkan adalah regrouping sekolah, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan memastikan semua siswa mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Langkah-Langkah yang Dilakukan

Beberapa langkah telah diambil oleh pihak Disdik Kubu Raya untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar:

  • Pemetaan Sekolah: Memetakan sekolah-sekolah yang memiliki jumlah murid sedikit atau lokasi yang berdekatan.
  • Regrouping: Menggabungkan sekolah-sekolah yang sesuai dengan kriteria untuk mengoptimalkan distribusi tenaga pengajar.
  • Peningkatan Data: Membantu guru-guru yang belum terdata dalam sistem Dapodik untuk mempercepat proses alih status menjadi PPPK.
  • Koordinasi dengan Pihak Terkait: Melibatkan berbagai pihak dalam kajian dan pematangan rencana regrouping.

Harapan Masa Depan

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, pihak Disdik Kubu Raya berharap dapat segera mengatasi masalah pendidikan di wilayah tersebut. Tujuan utamanya adalah memastikan semua siswa menerima pendidikan yang berkualitas dan para guru memiliki lingkungan kerja yang kondusif.


Related posts