SCU Semarang Kirim Mahasiswanya ke Sekolah Tingkatkan Kompetensi Pendidikan Internasional

Program Pengabdian Masyarakat SCU Semarang yang Berdampak Luas

Sebanyak 810 mahasiswa dari Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang akan terlibat dalam berbagai program pengabdian masyarakat. Program ini dilaksanakan sebagai bagian dari KKN Tematik, KKU, dan KKS di semester genap Tahun Akademik 2025/2026. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam memperkuat branding internasional sekolah dan mendukung keberlanjutan UMKM.

Mahasiswa Diterjunkan ke Sekolah untuk Penguatan Branding Internasional

Dari total peserta, sebanyak 20 mahasiswa akan ditempatkan di empat sekolah mitra yaitu SMA Karangturi, SMA Sedes, SMA Theresiana, dan SMA Krista Mitra. Program ini memiliki tema khusus bernama ‘Back To School’, yang bertujuan untuk membantu sekolah-sekolah tersebut meningkatkan citra dan daya saing di tengah persaingan pendidikan global.

Rektor SCU Robertus Setiawan Aji Nugroho menyampaikan bahwa KKN Tematik Back To School menjadi program pertama yang secara khusus menargetkan lingkungan sekolah sebagai mitra pengabdian. Ia menjelaskan bahwa tema ini lahir dari kebutuhan sekolah-sekolah untuk menunjukkan kualitas pendidikan yang setara dengan sekolah internasional.

“Kami memanfaatkan jejaring kerja sama dengan sejumlah sekolah di Semarang untuk mendukung pengembangan branding internasional,” ujarnya. Menurut Aji, dunia pendidikan semakin global, sehingga sekolah nasional harus mampu bersaing secara internasional dan menyiapkan siswa untuk berkompetisi di tingkat global.

Pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat

Selain program KKN Tematik, 810 mahasiswa juga terlibat dalam KKU dan KKS. Program KKU dan KKS difokuskan pada pendampingan UMKM dan kegiatan kemasyarakatan. Sementara itu, program KKN Tematik lebih khusus menangani isu tertentu seperti penguatan identitas sekolah, promosi, dan pengembangan kapasitas di era internasionalisasi pendidikan.

Program ini merupakan bagian dari implementasi konsep Kampus Berdampak yang didorong oleh pemerintah. Tujuannya adalah agar kampus dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat, bukan hanya di lingkungan kampus, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata di masyarakat, termasuk di dunia pendidikan.

Pembekalan dan Observasi Sebelum Pelaksanaan

Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh mahasiswa telah mengikuti pembekalan terkait etika komunikasi dengan mitra, sosialisasi pencegahan kekerasan seksual, teknik observasi dan pemetaan kebutuhan masyarakat, hingga strategi pendampingan UMKM, PKK, dan sekolah. Selain itu, mahasiswa juga melakukan observasi langsung ke lokasi dampingan guna mengidentifikasi kebutuhan dan potensi mitra sebagai dasar penyusunan program kerja.

Untuk program KKU dan KKS, mahasiswa tersebar di wilayah Kandri, Kemijen, Mangunharjo, Tegalsari, Kebonharjo, Pongangan, Bendan Duwur, Sendangmulyo, PSE Bongsari, PSE Karangpanas, PSE Krapyak, PSE Sambiroto, Stasi Sampangan. Secara keseluruhan, cakupan wilayah dan mitra dampingan tersebar di 11 kecamatan dan 30 kelurahan di Kota Semarang.

Mahasiswa yang terlibat dalam KKU tersebar dalam pendampingan 104 UMKM dan di kelompok PKK di 5 RW dan 27 RT. Program ini akan berlangsung selama dua bulan, mulai 7 Mei hingga 3 Juli 2026. Tema pengabdian semester untuk KKU dan KKS adalah ‘Adaptif Inovatif’, sedangkan KKN Tematik mengangkat tema ‘Internasional Branding’.






Related posts