Perombakan Besar-Besaran di AC Milan
AC Milan mengalami perubahan besar-besaran dalam struktur kepemimpinan klub. Pemilik klub, RedBird Capital, mengambil langkah tegas dengan memecat sejumlah pejabat penting, termasuk pelatih Massimiliano Allegri. Selain itu, CEO Giorgio Furlani, direktur olahraga Igli Tare, dan direktur teknis Geoffrey Moncada juga diberhentikan dari jabatannya.
Keputusan ini diambil setelah kekalahan 2-1 dari Cagliari yang membuat Rossoneri berada di posisi kelima klasemen Serie A. Hal ini berarti Milan akan berlaga di Liga Europa musim depan. Ini merupakan penurunan signifikan bagi klub yang sebelumnya berhasil lolos ke kompetisi utama Eropa selama empat musim berturut-turut.
Kegagalan Kampanye Kepemilikan
Pihak manajemen klub tidak ragu-ragu dalam mengevaluasi musim yang awalnya menjanjikan namun akhirnya gagal mencapai target. Meskipun sempat berada di dua besar klasemen, performa di akhir musim menjadi pukulan telak bagi Allegri dan rekan-rekannya. Rasa frustrasi terlihat jelas dalam pernyataan resmi klub yang menjelaskan keputusan tersebut.
“Setelah kekecewaan tahun lalu, mandat yang ditetapkan pemilik klub adalah kembali ke Liga Champions dan membangun fondasi untuk meraih kemenangan secara konsisten di puncak Serie A,” kata klub dalam sebuah pernyataan. “Sebagian besar musim ini, kami berada di dua posisi teratas Serie A, dengan peluang yang cukup besar untuk bersaing memperebutkan Scudetto. Performa di akhir musim sama sekali tidak konsisten dengan performa sebelumnya, dengan kekalahan mengecewakan tadi malam di pertandingan terakhir yang mengubah musim ini menjadi kegagalan yang tak terbantahkan.”
Pukulan Terakhir bagi Babak Kedua Allegri
Masa jabatan kedua Allegri di San Siro dimaksudkan untuk mengembalikan klub ke masa kejayaannya. Ia ingin mengulang kesuksesannya saat menjabat sebagai pelatih antara tahun 2010 dan 2014 ketika ia berhasil meraih gelar Scudetto. Namun, pria kelahiran Livorno berusia 58 tahun itu gagal mengulangi keajaiban tersebut dan hanya bertahan satu musim dalam kembalinya ke bangku cadangan Milan.
Pukulan terakhir datang ketika Milan disalip oleh Como dalam perebutan empat besar. Como menghancurkan Cremonese 4-1 dan berhasil melompati Rossoneri. Bagi seorang manajer yang membanggakan lima gelar Scudetto dan lima gelar Coppa Italia dari masa legendarisnya di Juventus, ini merupakan noda yang langka dan memalukan dalam riwayat karier manajerialnya yang penuh prestasi.
Ketidakpastian Mengancam Saat Milan Mencari Arahan Baru
Dengan seluruh jajaran departemen olahraga kini kosong, Milan akan menghadapi musim panas yang penuh dengan perubahan besar. Kepergian Furlani, Tare, dan Moncada bersama Allegri mengindikasikan bahwa RedBird Capital sedang berupaya melakukan perubahan budaya secara menyeluruh untuk menjembatani kesenjangan antara ambisi besar mereka dan performa tim di lapangan.
Klub menutup pernyataannya dengan mengatakan: “Pengumuman lebih lanjut mengenai penunjukan baru akan disampaikan segera setelah diputuskan, dengan tujuan agar struktur sudah siap menjelang musim depan.”







