BPJS Ketenagakerjaan Kolaborasi dengan Undip Tingkatkan Literasi dan Riset Jaminan Sosial

BPJS Ketenagakerjaan Kolaborasi dengan Undip Tingkatkan Literasi dan Riset Jaminan Sosial



Pemerintah dan institusi pendidikan tinggi di Indonesia terus memperkuat kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk dalam pengembangan jaminan sosial ketenagakerjaan. Salah satu contohnya adalah kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Diponegoro (Undip) yang dilakukan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).

Acara penandatanganan MoU tersebut berlangsung di Kampus Universitas Diponegoro, Semarang, pada Selasa (6/5). Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan institusi penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan sistem perlindungan pekerja di Indonesia.

Beberapa tokoh penting hadir dalam acara tersebut, seperti Rektor Undip Prof. Suharnomo, Wakil Rektor Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi, Hukum dan Organisasi Undip Prof. Adian Fatchur Rochim, Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan Harjono Siswanto, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan DIY Hesnypita, serta Deputi Bidang Learning and Development BPJS Ketenagakerjaan Suwilwan Rahmat.

Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan Harjono Siswanto menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan pengembangan dari kolaborasi sebelumnya dengan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip. Kini, kerja sama diperluas hingga tingkat universitas.

Menurut Harjono, kemitraan ini diharapkan mampu mendorong penguatan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan sekaligus melahirkan berbagai inovasi dan kajian akademik yang mendukung pengembangan sistem perlindungan sosial nasional.

“Sinergi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam membangun pemahaman jaminan sosial ketenagakerjaan sejak dini di lingkungan akademik, sekaligus memperkuat kontribusi dunia pendidikan dalam mendukung perlindungan pekerja di Indonesia,” ujar Harjono.

Ruang lingkup kerja sama mencakup beberapa aspek, seperti:

Pengembangan program pendidikan yang relevan dengan jaminan sosial ketenagakerjaan

Kuliah tamu yang dihadiri oleh ahli atau perwakilan BPJS Ketenagakerjaan

Implementasi kurikulum jaminan sosial ketenagakerjaan dalam proses pembelajaran

Program magang mahasiswa yang berkaitan dengan jaminan sosial

Penelitian dan publikasi ilmiah yang fokus pada isu jaminan sosial ketenagakerjaan

Pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung pada peningkatan kesadaran akan perlindungan pekerja

Selain itu, kolaborasi ini juga ditujukan untuk mendukung pengembangan Jurnal Jamsostek yang sedang dalam proses menuju akreditasi SINTA.

Rektor Undip Prof. Suharnomo menilai kerja sama ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi dan institusi publik. Ia menyatakan bahwa kolaborasi ini dapat memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan DIY Hesnypita menyatakan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya perlindungan sosial ketenagakerjaan.

“Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat sinergi institusi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun kesadaran perlindungan pekerja melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Harapan besar dipegang oleh BPJS Ketenagakerjaan agar Universitas Diponegoro menjadi role model dalam pengembangan literasi jaminan sosial di lingkungan perguruan tinggi.

Kerja sama ini juga mendukung penguatan strategi 3C BPJS Ketenagakerjaan, yaitu perluasan coverage kepesertaan, peningkatan kualitas layanan dan perlindungan (care), serta penguatan credibility institusi.

Related posts