Stabilnya Harga Tahu dan Tempe di Kabupaten Pasangkayu
Harga tahu dan tempe di Kabupaten Pasangkayu masih tetap stabil hingga akhir Mei 2026. Hal ini terlihat dari pengamatan di sejumlah lapak sayur dan kebutuhan pokok di wilayah tersebut, termasuk di Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu. Meskipun harga tidak mengalami perubahan, beberapa produsen menyesuaikan ukuran produk agar tetap terjangkau di tengah fluktuasi biaya produksi.
Salah satu pedagang sayur, Muslimin, saat ditemui di lapaknya, menyebutkan bahwa harga tahu dan tempe masih bertahan seperti sebelum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Menurutnya, hingga saat ini belum ada perubahan harga dari pemasok sehingga harga jual kepada konsumen juga tetap sama. Ia menjelaskan bahwa:
- Tahu dijual Rp5 ribu untuk empat potong.
- Tempe ukuran kecil dijual Rp5 ribu untuk tiga bungkus.
- Tempe ukuran besar dijual Rp5 ribu per bungkus.
Stabilnya harga tahu dan tempe membuat masyarakat tidak terlalu terbebani dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama sebagai sumber protein alternatif yang harganya lebih terjangkau dibandingkan lauk lainnya.
Meski harga tidak berubah, Muslimin mengakui bahwa ukuran tahu dan tempe yang beredar saat ini sedikit berbeda dibandingkan sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa beberapa produsen memilih menyesuaikan ukuran produk agar harga jual tetap terjangkau di tengah fluktuasi biaya produksi. “Harganya memang masih sama, tapi kalau diperhatikan ukurannya ada yang sedikit lebih kecil dari sebelumnya. Mungkin itu cara produsen supaya tidak menaikkan harga,” ujarnya.
Permintaan tahu dan tempe dari masyarakat masih cukup tinggi karena kedua bahan pangan tersebut menjadi menu favorit banyak keluarga. Selain mudah diolah, tahu dan tempe juga dinilai memiliki nilai gizi yang baik serta dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Muslimin berharap harga bahan baku utama seperti kedelai tetap stabil sehingga harga tahu dan tempe di tingkat konsumen tidak mengalami kenaikan dalam waktu dekat. “Semoga harga bahan bakunya tetap aman supaya harga jual ke masyarakat juga tetap stabil,” harapnya.
Pantauan di sejumlah lapak penjual sayur di Kecamatan Bambalamotu menunjukkan harga tahu dan tempe relatif seragam. Hingga akhir Mei 2026, komoditas tersebut masih menjadi salah satu bahan pangan yang paling banyak dicari warga untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.







