Lukisan Ellyas Pical Dibeli Gubernur Maluku dalam Pertarungan Pattimura

Lukisan Ellyas Pical Dibeli Gubernur Maluku dalam Pertarungan Pattimura

Kehadiran Ellyas Pical dalam Kejuaraan Tinju Pattimura International Big Fight 2026

Momen haru mewarnai gelaran Kejuaraan Tinju Amatir dan Profesional Pattimura International Big Fight 2026 yang berlangsung di Studio TVRI Senayan, Jakarta, Jumat (29/5/2026) malam. Salah satu momen paling menarik adalah lelang lukisan legenda tinju Indonesia, Ellyas Pical, yang dibuat dengan latar belakang Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura. Lukisan tersebut berhasil dibeli oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa seharga Rp 50 juta.

Lelang ini digagas oleh panitia dan promotor sebagai bentuk kepedulian terhadap biaya pengobatan Ellyas Pical, mantan juara dunia kelas bantam junior IBF yang membanggakan nama Indonesia pada era 1980-an. Ellyas, yang hadir menggunakan kursi roda, bahkan sempat naik ke atas ring saat penyerahan hasil lelang berlangsung.

Ucapan Terima Kasih dari Keluarga Ellyas Pical

Istri Ellyas Pical, Rina Sihaaya, menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, promotor Nikolas Johan Kilikily, dan seluruh panitia yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan yang diberikan bukan hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi suntikan semangat besar bagi suaminya.

“Saya dan Ellyas Pical mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang telah memberikan respons luar biasa terhadap lelang lukisan ini. Begitu juga kepada promotor dan panitia Pattimura International Big Fight 2026 yang telah menginisiasinya. Mudah-mudahan kepedulian seperti ini terus dilakukan kepada petinju-petinju lain yang telah membawa harum nama bangsa,” kata Rina.

Rina mengungkapkan bahwa Ellyas sangat terharu dengan penghargaan yang diterimanya. Bahkan sebelum naik ke atas ring, ia sempat menanyakan apakah suaminya sanggup melakukannya. Di luar dugaan, Ellyas sangat bersemangat untuk naik dan menyapa publik yang hadir.

“Dia merasa sangat dihargai. Saya sampai bertanya apakah dia mau naik ke atas ring, dan dia langsung bilang mau. Saya tidak menyangka dia begitu bersemangat,” ujar Rina.

Semangat yang Kembali Mengalir

Menurut Rina, acara tersebut telah membangkitkan kembali semangat Ellyas untuk pulih. Setelah hampir setahun berjuang melawan sakit dan jarang menghadiri kegiatan tinju, kehadiran di Pattimura Big Fight membuat mantan petinju asal Maluku itu kembali merasakan atmosfer yang selama ini menjadi bagian hidupnya.

“Dia bilang harus cepat sembuh dan ingin kembali ke atas ring. Bahkan sempat bercanda ingin bertinju lagi. Tentu saya bilang tidak bisa karena kondisinya belum memungkinkan. Tapi acara ini benar-benar membakar semangatnya,” tutur Rina.



Mantan petinju internasional Indonesia Ellyas Pical duduk di kursi roda bersama lukisan dirinya. – (dok TVRI)

Ide Lelang Berasal dari Wartawan Senior

Sementara itu, Bendahara Pattimura Big Fight Basuki mengungkapkan ide lelang lukisan berasal dari wartawan senior Azhari Nasution yang juga menjabat Sekretaris Panitia. Gagasan tersebut kemudian disampaikan kepada promotor Nikolas Johan Kilikily dan langsung mendapat persetujuan.

“Alhamdulillah, Pak Gubernur Maluku memenangkan lelang dengan nilai Rp 50 juta dan dananya langsung diserahkan kepada Bung Ellyas Pical. Semoga dapat membantu biaya pengobatan beliau,” kata Basuki.

Perhatian terhadap Atlet Berprestasi

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk penghargaan yang layak diberikan kepada atlet yang telah berjasa mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia. Ia berharap perhatian terhadap para mantan atlet berprestasi tidak berhenti pada Ellyas Pical saja.

“Menurut saya bukan hanya petinju, tetapi semua atlet yang pernah mengharumkan nama bangsa di ajang internasional harus mendapatkan perhatian yang layak. Saya mengapresiasi gerakan penggalangan dana ini dan berharap kegiatan kemanusiaan seperti ini bisa menginspirasi banyak pihak untuk melakukan hal serupa,” kata Hendrik.

Ia menegaskan bahwa bangsa Indonesia perlu terus menghargai para atlet yang telah memberikan kebanggaan bagi negara. “Mari kita hargai atlet-atlet kita yang telah berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional,” ujarnya.

Related posts