Trump Dikabarkan Meragukan Kelayakan JD Vance sebagai Penerusnya



Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tampaknya memiliki keraguan terhadap kelayakan Wakil Presiden JD Vance sebagai penerusnya. Laporan yang diterbitkan oleh surat kabar ternama, The New York Times (NYT), menyebutkan bahwa Trump sering meminta pendapat mengenai Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Menurut sumber yang dikutip dalam laporan tersebut, Trump rutin mengevaluasi keduanya sebagai calon potensial untuk menjadi presiden berikutnya.

Pada awal bulan Mei, Trump bahkan bertanya kepada tamu-tamu dalam sebuah acara tentang siapa yang lebih layak menjadi kandidat presiden. Namun, laporan NYT menyebut bahwa Trump tidak menunjukkan dukungan terhadap keduanya. Selain itu, dalam jajak pendapat pribadi, Trump sering membandingkan kinerja Vance dengan pencapaian dirinya sendiri.

Trump juga sering menyampaikan kekecewaannya kepada para pendukungnya mengenai Vance. Ia menyebut bahwa Vance tidak pernah memenangkan pemilihan yang kompetitif tanpa bantuan dari dirinya. Selain itu, Trump menyoroti jumlah hari libur yang diambil Vance selama menjabat sebagai wakil presiden. Sementara itu, Trump sendiri disebut jarang mengambil cuti.

Menurut laporan NYT, Trump juga mengkritik beberapa tindakan Vance yang dinilai tidak sesuai dengan posisinya. Dalam satu insiden, Trump pernah mengungkit saat Vance menjatuhkan trofi kejuaraan sepak bola negara bagian Ohio di halaman selatan Gedung Putih. Selain itu, dalam berbagai pertemuan, Vance sering terlihat menggeser-geser layar ponselnya dan menggunakan media sosial untuk berdebat dengan pengkritiknya.

Meski demikian, Trump sendiri aktif mengunggah pesan di Truth Social, platform media sosial miliknya. Namun, ia tidak menghabiskan waktu untuk merespons komentar dari pengguna lain di media sosial. Kepala Staf Gedung Putih, Susie Wiles, bahkan menyarankan Vance untuk beristirahat dari media sosial karena menilai perdebatan semacam itu tidak pantas bagi jabatannya.

Namun, meskipun ada ketidakpuasan dari Trump, orang-orang dekatnya masih meyakini bahwa Vance adalah sosok yang paling tepat untuk menjadi penerus Trump. Partai Republik harus menentukan calon presiden baru sebelum pemilihan presiden November 2028. Hal ini karena Trump tidak bisa mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga berdasarkan Konstitusi AS.

Trump sebelumnya menyatakan bahwa Partai Republik memiliki sejumlah calon potensial untuk menggantikannya. Beberapa nama yang disebut antara lain JD Vance, Marco Rubio, Menteri Keuangan Scott Bessent, serta mantan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem. Pemilihan calon presiden akan menjadi langkah penting bagi partai dalam mempersiapkan kontestasi politik yang akan datang.

Related posts