Momen Emosional di Anfield Saat Mohamed Salah Berpamitan
Pertandingan terakhir Mohamed Salah bersama Liverpool di Anfield menjadi momen yang sangat emosional. Penyerang asal Mesir itu tampak menangis saat mengucapkan salam perpisahan kepada para pendukung The Reds pada pekan terakhir Premier League musim ini. Meskipun laga berakhir dengan hasil imbang 1-1 melawan Brentford, fokus utama publik justru tertuju pada Salah yang menjalani laga terakhirnya setelah delapan tahun berkostum Liverpool.
Salah sempat terlihat menahan air mata ketika ditarik keluar pada pertengahan babak kedua. Namun suasana benar-benar haru setelah pertandingan selesai. Saat mengelilingi Anfield untuk terakhir kalinya, pemain berusia 33 tahun itu tampak berlinang air mata sambil menyapa para suporter. Dia juga menerima penghormatan khusus dari sejumlah petinggi klub dan legenda Liverpool seperti Billy Hogan, Richard Hughes, Kenny Dalglish, hingga Ian Rush.
Pesan Emosional dari Salah
Meski belum mengumumkan klub berikutnya, Salah sebelumnya sudah memberikan pesan emosional kepada rekan-rekan setimnya dalam pidato di tempat latihan sehari sebelum laga melawan Brentford. Ia menyampaikan bahwa memenangkan sesuatu untuk Liverpool adalah hal terbaik yang bisa terjadi bagi seorang pemain.
”Tunggu, ada satu hal lagi yang ingin saya katakana. Sebagai Liverpool, memenangkan sesuatu untuk Liverpool dan memenangkan pertandingan, itu adalah hal terbaik yang bisa terjadi pada Anda. Menurutku ini klub terbaik di dunia saat kamu memenangkan sesuatu dan klub terburuk di dunia saat kamu kalah. Jadi, kamu harus menang tahun depan!” ujarnya.
Ucapan tersebut mencerminkan betapa besar hubungan emosional Salah dengan Liverpool. Sejak bergabung dari AS Roma pada 2017, dia menjadi salah satu pemain terbaik dalam sejarah klub.
Karier Salah yang Mengubah Segalanya
Karier Salah di Inggris awalnya diragukan setelah gagal bersinar bersama Chelsea. Namun, kepindahannya ke Italia bersama Fiorentina dan Roma menjadi titik balik sebelum akhirnya Liverpool datang merekrutnya. Di musim debutnya bersama The Reds, Salah langsung tampil luar biasa dengan memenangkan penghargaan PFA Player of the Year. Sekaligus memecahkan rekor gol terbanyak dalam satu musim Premier League saat itu.
Selama berseragam Liverpool, Salah menjadi bagian penting dari era paling sukses klub dalam beberapa dekade terakhir. Ia membantu The Reds menjuarai Liga Champions 2019, termasuk mencetak gol di final, lalu membawa Liverpool mengakhiri penantian panjang gelar Premier League pada tahun 2020.
Rekor Gol yang Mengesankan
Kini, Salah meninggalkan Anfield dengan status pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang sejarah klub. Hanya Ian Rush dan Roger Hunt yang memiliki koleksi gol lebih banyak darinya. Dia melampaui sederet legenda besar Liverpool seperti Steven Gerrard, Robbie Fowler, hingga Kenny Dalglish dalam daftar pencetak gol klub.
Keputusan untuk berpisah satu tahun lebih cepat dari kontraknya memang terasa mengejutkan. Namun apa pun alasan di baliknya, satu hal yang pasti. Mohamed Salah meninggalkan Liverpool sebagai salah satu ikon terbesar dalam sejarah modern klub.






