Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp 1,8 Miliar untuk Buruh Rokok dan Disabilitas di Kediri

Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp 1,8 Miliar untuk Buruh Rokok dan Disabilitas di Kediri

Bantuan Sosial dan Tali Asih untuk Masyarakat Kota Kediri

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) telah menyalurkan bantuan sosial dan tali asih senilai Rp 1,819 miliar kepada masyarakat Kota Kediri. Bantuan ini mencakup berbagai kelompok rentan seperti buruh rokok dan penyandang disabilitas. Penyaluran dana tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam memperkuat perlindungan sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa penyaluran bansos adalah bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, terutama bagi kelompok yang mengalami kesulitan. Ia menekankan pentingnya penggunaan bantuan ini tidak hanya sebagai kebutuhan dasar, tetapi juga untuk meningkatkan semangat kewirausahaan dan kemandirian.

“Hari ini, penyaluran bansos senilai Rp 1,8 miliar adalah bagian komitmen Pemprov Jawa Timur memperkuat perlindungan sosial, mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan,” ujarnya.

Program bantuan sosial ini menjadi implementasi Nawa Bhakti Satya, khususnya Jatim Sejahtera, yang menjadi pijakan dalam mewujudkan Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara menuju Indonesia Emas 2045. Selain itu, bansos juga bertujuan agar tidak ada warga yang tertinggal dalam proses pembangunan.

“Kami berikhtiar untuk terus menghadirkan kesejahteraan yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan bagi masyarakat Jatim,” tambah Khofifah.

Fokus pada Percepatan Pengentasan Kemiskinan

Menurut Gubernur Khofifah, fokus utama pemerintah saat ini adalah percepatan pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan sosial melalui perlindungan sosial yang adaptif dan berbasis data terpadu.

“Sebagai prioritas utama, kami terus mendorong percepatan pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan sosial lewat perlindungan sosial yang adaptif dan berbasis data terpadu,” tegasnya.

Selain itu, ia menekankan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diharapkan mampu memberikan efek pengungkit (multiplier effect) terhadap ketahanan ekonomi masyarakat.

“Saya selalu sampaikan ke panjenengan semua supaya menggunakan bantuan ini selain memenuhi kebutuhan dasar, juga untuk meningkatkan kemandirian dan menumbuhkan semangat kewirausahaan,” serunya.

Rincian Bantuan yang Disalurkan

Total bantuan yang disalurkan melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur di Kota Kediri mencapai Rp 1,794 miliar. Berikut rinciannya:

  • PKH Plus untuk 485 keluarga, masing-masing Rp 2 juta per tahun.
  • BLT DBHCHT bagi 265 buruh pabrik rokok, masing-masing Rp 1 juta per tahun.
  • Bantuan kemiskinan ekstrem untuk 125 penerima, masing-masing Rp 1,5 juta per tahun.
  • Asistensi sosial penyandang disabilitas (ASPD) untuk 55 penerima, masing-masing Rp 3,6 juta per tahun.
  • KIP PPKS Jawara untuk 24 penerima, masing-masing Rp 3 juta per tahun.
  • Bantuan operasional dan tali asih bagi 48 pilar sosial, meliputi SDM PKH (Program Keluarga Harapan) Plus, pendamping disabilitas, TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), dan Tagana.

Semangat Gotong Royong

Dengan semangat gotong royong, Khofifah optimis bahwa perlindungan sosial di Jawa Timur akan semakin responsif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ia berharap bantuan sosial ini dapat menjadi bekal bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi dan membangun masa depan yang lebih baik.

Related posts