Suara Bonek Menggema, Pedro Matos Jadi Sorotan, 3 Pemain Asing Persebaya Terancam Dievaluasi

Suara Bonek Menggema, Pedro Matos Jadi Sorotan, 3 Pemain Asing Persebaya Terancam Dievaluasi



Persebaya Surabaya Menutup Musim Super League 2025/2026 dengan Kemenangan Telak

Persebaya Surabaya berhasil menutup musim Super League 2025/2026 dengan kemenangan telak 5-0 atas Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (23/5/2026) malam. Hasil ini memastikan Persebaya finis di posisi empat besar dengan total 58 poin. Meskipun demikian, suara dari Bonek langsung muncul untuk meminta evaluasi terhadap tiga pemain asing yang dinilai belum memenuhi ekspektasi sepanjang musim.

Kemenangan besar tersebut juga memperpanjang catatan impresif Persebaya Surabaya menjadi enam laga beruntun tanpa kebobolan. Namun, di balik pencapaian ini, performa sejumlah pemain asing justru menjadi bahan perdebatan di kalangan suporter selepas kompetisi berakhir.

Pedro Matos Jadi Sorotan Utama Bonek

Pedro Matos menjadi nama yang paling banyak disorot setelah voting yang dilakukan oleh IKABARI di Instagram menunjukkan bahwa 43 persen suporter memilih sang gelandang hengkang musim depan. Angka ini menjadi yang tertinggi dibanding dua pemain asing lainnya, yaitu Leo Lelis dengan 34 persen dan Mihailo Perovic dengan 23 persen.

Minimnya kontribusi Pedro Matos menjadi alasan utama munculnya kritik dari Bonek. Pemain berusia 28 tahun itu hanya tampil dalam 12 pertandingan dengan total 570 menit bermain tanpa mencetak gol maupun assist sepanjang musim. Situasi tersebut membuat keberadaan Pedro Matos di lini tengah Persebaya Surabaya mulai dipertanyakan. Apalagi Green Force membutuhkan pemain asing yang mampu memberikan dampak instan untuk menjaga konsistensi bersaing di papan atas musim depan.

Selain gagal memberi kontribusi statistik, Pedro Matos juga kalah bersaing dalam perebutan posisi inti. Dia hanya mengoleksi dua kartu kuning tanpa catatan performa menonjol yang mampu mengubah jalannya pertandingan.

Produktivitas Mihailo Perovic Masih Jadi Evaluasi

Nama lain yang ikut menjadi perhatian adalah Mihailo Perovic. Penyerang asal Montenegro itu sebenarnya cukup rutin mendapatkan kesempatan bermain dengan catatan 28 laga dan total 1.737 menit bermain. Namun produktivitas Perovic dinilai belum maksimal untuk ukuran striker utama Persebaya Surabaya. Sepanjang musim, pemain 29 tahun tersebut hanya mampu mencetak enam gol dan satu assist.

Catatan itu membuat sebagian Bonek merasa lini depan Green Force masih membutuhkan sosok predator yang lebih tajam. Terlebih Persebaya Surabaya beberapa kali kesulitan mencetak gol saat menghadapi tim papan tengah dan bawah.

Meski begitu, Perovic tetap memiliki nilai positif karena selalu masuk dalam skuad utama. Dia juga dikenal aktif membuka ruang dan membantu permainan kolektif tim selama putaran kedua kompetisi.

Dari sisi disiplin, Perovic mengoleksi tiga kartu kuning dan satu kartu kuning kedua sepanjang musim. Statistik tersebut menjadi bagian evaluasi manajemen sebelum menentukan komposisi pemain asing musim depan.

Leo Lelis Masih Tangguh, Tapi Faktor Usia Jadi Pertimbangan

Sementara itu, Leo Lelis menjadi pemain ketiga yang ramai dibahas suporter. Bek tengah asal Brasil tersebut sebenarnya tampil cukup solid dengan catatan 22 pertandingan dan 1.496 menit bermain. Menariknya, Leo Lelis mampu menyumbang tiga gol meski berposisi sebagai bek tengah. Kontribusi itu menunjukkan dirinya masih memiliki kualitas duel udara dan kemampuan membantu situasi bola mati.

Namun faktor usia mulai menjadi perhatian serius. Pada usia 32 tahun, sebagian Bonek menilai Persebaya Surabaya perlu mulai mempersiapkan regenerasi di sektor pertahanan agar tim tetap kompetitif dalam jangka panjang.

Selain itu, catatan disiplin Leo Lelis juga menjadi bahan evaluasi. Dia menerima satu kartu kuning dan satu kartu merah langsung yang sempat merugikan tim dalam beberapa pertandingan penting.

Meski demikian, pengalaman Leo Lelis masih dianggap penting untuk menjaga kestabilan lini belakang. Terlebih Persebaya Surabaya sukses mencatat enam laga beruntun tanpa kebobolan di akhir musim.

Coach Tavares Akui Masih Ada Rasa Frustrasi

Pelatih Bernardo Tavares sendiri mengakui masih memiliki rasa frustrasi meski berhasil membawa Persebaya Surabaya finis di empat besar klasemen akhir. Dia menilai tim sebenarnya mampu tampil lebih baik sepanjang musim.

“Saya tahu tidak mudah melewati enam pertandingan tanpa kebobolan. Ini bukan hanya tentang penjaga gawang, lini pertahanan, lini tengah atau lini serang. Ini hasil kerja keras seluruh tim,” ucapnya.

Tavares juga menyesalkan lima kekalahan yang dialami tim selama dirinya menangani Green Force. Menurut dia, ada beberapa pertandingan yang seharusnya bisa dimenangkan jika tim tampil lebih konsisten.

“Saya sedikit frustrasi karena kami kalah lima kali. Ada beberapa pertandingan yang sulit diterima karena saya percaya tim ini bisa bermain jauh lebih baik. Tapi inilah sepak bola, agar seseorang menang, seseorang juga harus kalah,” sambungnya.

Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal Persebaya Surabaya bakal melakukan evaluasi besar menyambut musim baru. Posisi pemain asing diperkirakan menjadi fokus utama agar Green Force mampu bersaing lebih kuat dalam perebutan gelar musim depan.

Kini keputusan akhir berada di tangan manajemen dan tim pelatih. Namun suara Bonek yang menggema di akhir musim tampaknya bakal menjadi pertimbangan penting dalam menentukan masa depan Pedro Matos, Mihailo Perovic, dan Leo Lelis di Persebaya Surabaya.

Related posts