Mahasiswa Siap Kerja, BINUS Bandung Tingkatkan Pengalaman Industri

Mahasiswa Siap Kerja, BINUS Bandung Tingkatkan Pengalaman Industri

Kesiapan Mahasiswa Menghadapi Dunia Kerja di BINUS University Bandung

Kota Bandung – Masalah lulusan kuliah yang kesulitan menemukan pekerjaan masih menjadi kekhawatiran utama bagi banyak orang tua dan calon mahasiswa. Hal ini mendorong perguruan tinggi untuk tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga mempersiapkan pengalaman kerja dan mental mahasiswa dalam menghadapi dunia industri.

Campus Director BINUS University Bandung, Johan Muliadi Kerta, menjelaskan bahwa kampusnya saat ini berkomitmen untuk membentuk mahasiswa secara menyeluruh, bukan hanya memberikan teori di ruang kelas. Menurut Johan, mahasiswa perlu dibekali pengalaman kerja sejak dini agar lebih siap memasuki dunia profesional setelah lulus.

“Dua tahun kuliah di kampus asal, satu tahun kuliah di luar kampus, dan satu tahun di kampus lain. Itu membuat mereka bisa langsung bekerja karena sudah memiliki pengalaman,” ujarnya dalam Media Gathering BINUS Bandung di kawasan Dago Pakar, Kamis (7/5/2026).

Program Pembelajaran yang Inovatif

Johan menjelaskan bahwa mahasiswa didorong untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan nonakademik, mulai dari organisasi kemahasiswaan hingga program industri. Selain itu, mahasiswa diwajibkan mengumpulkan transkrip aktivitas sebagai bagian dari pengembangan diri.

Menurutnya, pola pembelajaran tersebut membuat mahasiswa memiliki kesiapan karier lebih cepat. “BINUS menyiapkan program secara utuh, tidak hanya ilmu tetapi juga pengalaman. Dua setengah tahun sudah siap berkarier,” ujarnya.

Selain itu, kampus telah menjalin kerja sama dengan ribuan perusahaan guna membuka akses mahasiswa ke dunia kerja. Melalui platform yang disiapkan kampus, mahasiswa dan perusahaan dapat terhubung lebih mudah sesuai kebutuhan industri.

Pemanfaatan Teknologi AI dalam Pembelajaran

Johan juga menyebut pemanfaatan artificial intelligence (AI) yang mulai diterapkan dalam pembelajaran mahasiswa. Menurut Johan, mahasiswa tidak hanya diajarkan menggunakan AI, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya secara tepat.

“Kami memberikan bukan hanya menggunakan, tetapi mengajarkan bagaimana cara menggunakan. Sehingga AI menjadi alat untuk meningkatkan kemampuan,” katanya.

BINUS sendiri menargetkan menjadi perguruan tinggi kelas dunia pada 2035 dengan fokus mencetak pemimpin masa depan. “Kami bertekad lulusan BINUS tidak boleh menganggur,” tegas Johan.

Peran Orang Tua dalam Memilih Karier

Sementara itu, Head of Psychology Department BINUS University, Esther Widhi Andangsari, menilai pemilihan karier memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan seseorang. “Memilih karier sama pentingnya dengan memilih jodoh dan pernikahan, karena itu sangat melingkupi kehidupan kita,” ujarnya.

Dia mengatakan remaja pada fase akhir umumnya masih berada dalam tahap eksplorasi diri sehingga membutuhkan dukungan lingkungan, terutama orang tua, dalam menentukan arah pendidikan dan karier. Menurut Esther, tekanan mencari pekerjaan dapat memengaruhi motivasi hingga kesehatan mental mahasiswa.

“Kesusahan mencari kerja bisa menurunkan motivasi dan berdampak pada kariernya. Mereka juga merasa cemas terhadap masa depan,” katanya.

Karena itu, dia menilai orang tua memiliki peran penting sebagai pendamping dalam proses pengambilan keputusan pendidikan anak. “Ketika anak sedang bingung memilih, maka orang tua bisa berfungsi dalam mendampingi. Orang tua bisa menjadi validator,” tuturnya.

Pengalaman Positif dari Orang Tua Mahasiswa

Senada dengan itu, orang tua mahasiswa BINUS Bandung, Vivi Dewiyanti Setiadi, mengaku melihat perubahan positif pada anak-anaknya selama menempuh pendidikan di BINUS. “Tiga anak saya sudah kuliah di BINUS,” katanya.

Menurut Vivi, anak-anaknya mulai mengenal dunia kerja lebih awal melalui program magang dan berbagai aktivitas kampus. “Meski masih kuliah mereka mulai sibuk belajar bekerja. Jadi magang dan kerja di BINUS terasa lebih awal,” ujarnya.

Dia menilai pengalaman tersebut membuat mahasiswa lebih siap menghadapi dunia profesional setelah lulus. “Mereka berkembang dan pengalaman di BINUS bukan hanya sekadar belajar, tetapi persiapan untuk dunia kerja,” tandasnya.

Related posts