Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat, terus dipercepat agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang kurang mampu. Menteri Pekerjaan Umum RI, Dody Hanggodo, memberikan instruksi untuk mempercepat proses pembangunan tersebut. Tujuannya adalah agar fasilitas pendidikan berkualitas dengan sarana yang memadai bisa segera dirasakan oleh anak-anak dari kalangan tidak mampu.
Percepatan Pembangunan sebagai Langkah Penting
Dody menekankan bahwa percepatan pembangunan menjadi langkah penting dalam upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Ia menyatakan bahwa Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi solusi dalam mengurangi angka kemiskinan ekstrem, sesuai dengan visi Presiden Prabowo Subianto.
“Sekolah Rakyat ini kami dorong percepatannya, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat, terutama bagi yang kurang mampu, baik dari sisi kualitas pendidikan maupun fasilitas yang baik,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Progres Pembangunan yang Menjanjikan
Setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi, Dody menyampaikan bahwa progres pembangunan Sekolah Rakyat saat ini mencapai 9%. Meskipun angka ini masih relatif kecil, ia optimis bahwa dengan percepatan pekerjaan rata-rata dua persen per hari, proyek ini dapat diselesaikan sesuai target.
“Dengan progres dua persen setiap hari, kami optimis dapat diselesaikan pada 20 Juni 2026,” tambahnya. Target ini lebih cepat dari kontrak kerja awal yang ditetapkan pada 4 November 2026. Alasan utamanya adalah agar kehadiran Sekolah Rakyat bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kerjasama yang Efektif
Dody menilai bahwa capaian progres pembangunan tidak lepas dari koordinasi yang berjalan efektif antara satgas percepatan pembangunan dengan pemerintah daerah. Ia mengapresiasi kerjasama seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung percepatan proyek tersebut.
“Koordinasi satgas percepatan berjalan dengan baik. Pemerintah daerah juga bekerja dengan baik, semua pihak menjalankan perannya sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Dukungan Pemerintah Daerah
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan Sekolah Rakyat yang sedang berlangsung. Ia juga menyebutkan bahwa selain proyek Sekolah Rakyat, Pemkab Dharmasraya juga memiliki proyek lain yang mendapat dukungan dari Kementerian PU.
Proyek-proyek tersebut meliputi 1 km rigid beton dan pengaspalan Jalan Lintas Sumatera sepanjang 19 km, penanggulangan banjir Timpeh, serta SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum).
Fasilitas yang Lengkap
Sekolah Rakyat ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 100.000 meter persegi atau 10 hektare. Fasilitas yang dibangun mencakup gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, delapan asrama siswa, dua rumah susun guru, serta berbagai bangunan pendukung seperti guest house, masjid, gedung serbaguna, dapur, gudang, hingga kantin di setiap jenjang.
Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi sarana olahraga seperti lapangan sepak bola, dengan total daya tampung mencapai 1.080 siswa.
Target Penyelesaian yang Lebih Cepat
Proyek ini mulai berkontrak pada 10 Maret 2026 dengan target awal penyelesaian pada 4 November 2026. Namun, melalui langkah percepatan yang dilakukan, pembangunan ditargetkan rampung lebih cepat agar dapat dimanfaatkan pada tahun ajaran baru.
“Melalui peninjauan ini, kami berharap pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya dapat berjalan optimal, tepat waktu, dan benar-benar menjadi sarana peningkatan kualitas pendidikan bagi generasi muda,” tutup Bupati Annisa.







